Seminar Nasional

Dalam rangka Hari Gizi Nasional ke 57 dan Hari Tempe sedunia telah diselenggarakan kegiatan Seminar Nasional selama satu hari dengan tema Optimalisasi Pemanfaatan Pangan Lokal (Tempe Sayur dan Buah) untuk Mengatasi Masalah Gizi dan Kesehatan di Indonesia.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 13 Mei 2017 ini menghadirkan beberapa pembicara Tingkat Nasional di antaranya Prof. DR. Ir Made Astawan, M.Sc dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, DR. Dadi Hidayat Maskar, STP, M.Sc dari perwakilan USSEC (US Soybean Export Council) di Indonesia serta I Dewa Nyoman Supariasa, MPS yang merupakan dosen sekaligus penulis buku yang cukup produktif menghasilkan karya-karya gizi.  Sedangkan pembicara pada tingkat lokal adalah Ka Prodi D4 Gizi Poltekkes Mataram (AASP Chandradewi, SKM, M.Kes) dan Ka Prodi D3 Gizi (Susilo Wirawan, SKM, MPH). Kegiatan diadakan di gedung Graha Bhakti Praja, Lingkungan Kantor Gubernur NTB atas kerja sama DPD Persagi Prov NTB, Poltekkes Kemenkes Mataram, HMJ Gizi, Forum Tempe Indonesia dan USSEC dan didukung oleh Bank BTN, koran Lombok Post dan koran Suara NTB.

Tampak hadir dalam kegiatan seminar di antaranya Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram, Ketua dan anggota  DPD Persagi Prov. NTB, pembina DPD Persagi NTB (Khaerul Anwar, SKM, M.Kes), Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. NTB, Ka. Dinas UKM Prov. NTB, Ketua Jurusan Gizi dan Analis Kesehatan, Ketua dan anggota DPC Persagi Kabupaten/Kota se-pulau Lombok, para narasumber, seluruh dosen di Jurusan Gizi dan seluruh mahasiswa serta praktisi gizi se NTB.

Pra acara dimulai dengan ditampilkannya persembahan Tari Rudat oleh mahasiswa. Tari ini merupakan tari tradisonal Sasak yang menggambarkan pasukan yang dengan gagah berani menuju ke medan perang, namun keberadaannya saat ini berfungsi untuk menyambut para tamu yang datang. Tepuk tangan dan gelak tawa hadirin pecah tatkala melihat kelucuan maupun ekpresi penari. Siulanpun terdengar saat sang penari terkadang tidak serempak di dalam gerakannya namun tepukan riuhpun membahana seusai gerakan yang ditarikan oleh 4 pasang penari tersebut. Setelah dibuka oleh MC acara pertama dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Suci Al Quran Surat Al-Fathir yang dilantunkan  oleh salah seorang mahasiswa D 3 Gizi (M. Ribaan) yang dilanjutkan dengan acara doa dengan harapan agar seluruh rangkaian acara hari itu lancar dan tidak ada halangan yang berarti.

Acara berikutnya berupa laporan ketua panitia  yang disampaikan oleh DR. Made Darawati, STP, M.Sc. Dalam laporannya doktor satu-satunya di Poltekkes Mataram ini menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan seminar di antaranya memberikan pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan pangan lokal (tempe, buah, dan sayur) untuk mengatasi masalah gizi ganda di Indonesia, memberikan pemahaman tentang strategi peningkatan konsumsi pangan lokal (tempe, sayur dan buah) melalui penyuluhan dan pendidikan gizi, menyediakan media publikasi ilmiah melalui poster sesi untuk hasil-hasil penelitian bidang pangan, gizi, dan kesehatan serta memamerkan produk pangan lokal untuk menunjang program perbaikan gizi masyarakat. Antusiasme peserta begitu tinggi mengingat ada 2 SKP yang didapatkan berdasarkan SK DPP Persagi dan mengingat bahwa pengumpulan Angka Kredit (AK) yang berasal dari kegiatan ilmiah merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seorang ahli gizi apabila hendak mengurus atau memperpanjang Surat Tanda Registrasi (STR) ahli gizi.

Sebagaimana diketahui bahwa tuntutan bagi tenaga gizi saat ini adalah harus mengumpulkan kredit point untuk penilaian kepangkatan bagi yang menyandang jabatan fungsional nutrisonis ahli maupun nutrisionis terampil di lingkungan program (Dikes dan Puskesmas) maupun RS. “Bahkan walaupun pendaftaran telah ditutup beberapa hari sebelum acara seminar ternyata masih banyak peserta yang mendaftar yang pada akhirnya tidak dapat kami penuhi mengingat kuota jumlah peserta yang terbatas”, lanjutnya. Menurut doktor ilmu gizi pertama di Prov. NTB ini dari target 500 peserta seminar telah terdaftar sebanyak lebih dari 570 orang dengan 12 orang peserta sesi poster baik dari Poltekkes Mataram maupun dari luar Poltekkes Mataram.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua DPD Persagi NTB (Taufiq HS, SKM). Dalam sambutan singkatnya Ketua Persagi yang telah terpilih untuk periode kedua ini menyambut baik dan mengapresiasi adanya kegiatan Seminar Nasional. Menurut jebolan FKM Universitas Indonesia ini kegiatan seminar selain sebagai upaya pengembangan diri bagi para ahli gizi di Prov. NTB acara ini sekaligus ajang silaturahmi bagi para alumni dari berbagai angkatan. Kegiatan ilmiah ini pula diharapkan menjadi sebuah ajang untuk terus meng-update informasi khususnya tentang ilmu gizi. Ditambahkannya bahwa tema seminar yang membahas penggunaan pangan lokal dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur masih amat relevan hingga saat sekarang dan sejalan tentunya dengan tema HGN 57 tahun ini yaitu makan buah dan sayur.

Acara sambutan sekaligus pembukaan seminar disampaikan oleh Direktur Poltekkes kemenkes Mataram (H. Awan Dramwan, S.Pd, M.Kes). Menurut direktur yang berlatar belakang ilmu keperawatan ini kegiatan seminar merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari budaya berfikir ilmiah di dunia pendidikan. Kegiatan yang disertai dengan sesi poster bagi para dosen ini agar dapat dipergunakan sebagai bagian dari publikasi hasil hasil penelitian yang menjadi salah satu pilar Tri darma perguruan tinggi. Poltekkes Mataram sangat mendukung upaya penelitian yang dilaksanakan oleh dosen Poltekkes dengan mengalokasikan dana yang besar untuk melaksanakan kegiatan ilmiah tersebut. Pada akhir sambutannya Direktur yang baru tiba dari tugas dinas di Bima tersebut berkenan membuka secara resmi acara Seminar Nasional yang diikuti insan gizi se-NTB tersebut dan mengucapkan selamat mengikuti kegiatan seminar bagi seluruh peserta.

Memasuki inti acara berupa panel diskusi yang pada sesi pertama dimoderatori oleh dosen senior di Jurusan Gizi yaitu Bapak Abdul Salam, SKM, M.Kes. Pada sesi pertama ini menampilkan narasumber Prof. DR. Ir Made Astawan, M.Sc, DR. Dadi Hidayat Maskar, STP, M.Sc dan I Dewa Nyoman Supariasa, MPS. Secara berurutan (panel) disampaikan materi masing-masing di antaranya adalah pemanfaatan sumber pangan nabati (tempe, sayur, dan buah) untuk mencegah penyakit degeneratif oleh Prof. Made Astawan, Kontribusi tempe, sayur, dan buah untuk menanggulangi masalah gizi kurang dan stunting oleh DR Dadi dan strategi peningkatan konsumsi tempe, sayur dan buah melalui pendidikan gizi oleh P Dewa. Materi yang padat berisi dan cukup serius disampaikan Prof. Made dan DR. Dadi sedangkan pada penyajian ke 3 materi disampaikan dengan sangat menarik dan cukup jenaka karena selalu diselingi dengan joke-joke segar. Hal ini disebabkan oleh karena selain sebagai dosen yang telah lebih dari 30 tahun mengajar P Dewa (demikaian sapaan akrabnya..) telah banyak sekali menulis buku tentang media dan pendidikan gizi.

Pada sesi tanya jawab beberapa masalah mengemuka terutama terkait dengan materi tempe yang banyak diulas, di antaranya pertanyaan dari Bq. Asri Wardatun (ahli gizi RS Narmada Awet Muda), Herni Widianti, SST, M.Gizi dari Persagi Lotim, dan beberapa mahasiswa Jurusan Gizi. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan segera dijawab oleh pemateri dengan diatur oleh sang moderator sesuai dengan pertanyaan ditujukan kepada narasumber sesuai materi masing-masing.

Setelah usai sesi pertama dilanjutkan dengan pemberian cindera mata yang diserahkan oleh Ka jurusan Gizi kepada para pemateri dan moderator. Pada kesempatan tersebut Prof. Made dan Pak Dewa berkesmpatan memberikan sumbangan buku terbaru tentang tempe dan buku-buku tentang PKG dan PSG kepada Jurusan yang diterima langsung oleh oleh Ka. Jurusan Gizi (I Ketut Swirya Jaya, SKM, M.Erg). Sebelum turun dari panggung para pemakalah menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Acara selanjutnya adalah istirahat, shalat dan makan siang dengan menu nasi kotak yang telah disiapkan panitia. Sambil menikmati sajian menu yang dihidangkan para peserta dihibur dengan paduan suara mahasiswa gizi dan diiringi alunan gitar merdu oleh salah satu alumni gizi (Awen Febri K, S.Gz) dengan salah satu lagu Sasak dan Lagu “Indonesia Jaya” yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi Harvey Malaiholo beberapa tahun yang lalu. Sambutan hangat dari para peserta bagi penampilan vokal group dengan alat musik minmalis tersebut. Pada kesempatan istirahat ini dibagikan sejumlah door prize tahap pertama melalui undian oleh ketua panitia bagi mereka yang beruntung. Memang telah disediakan beberapa buah hadiah dari Poltekkes Mataram, dari DPD Persagi NTB dan dari para sponsor yang telah mendukung acara di antaranya berupa kipas angin, blender, mixer, kompor gas dan hadiah-hadiah menarik lainnya. Senyum mengembang tampak dari para peserta yang naik ke panggung untuk menerima door prize tesebut.

Sesi penyampaian materi ke dua selanjutnya dimoderatori oleh DR Made Darawati, STP, M.Sc dengan dua pemateri yaitu AASP Chandradewi, SKM, M.Kes tentang Pengembangan  tempe sebagai formula makanan padat gizi  dan pemateri Susilo Wirawan, SKM, MPH tentang Opak Kelor Ikan (OKI) sebagai alternatif PMT untuk Ibu hamil dan anak sekolah. Bu Chandra (demikian disapa..) menunjukkan beberapa makanan olahan sebagai alternatif dengan berbagai macam bahan dengan tetap mempertimbangkan nilai gizi yang sesuai untuk kelompok sasaran. Dengan kemasan yang menarik produk yang dibuat juga telah dipamerkan pada stand pameran dengan mencantumkan nilai gizi pada masing-masing produk. 

Pemateri ke dua memaparkan tentang kegiatan penelitian Opak Kelor Ikan (OKI) yang juga merupakan salah satu aternatif PMT yang dapat diberikan pada ibu hamil maupun anak sekolah. Penelitian yang telah dilakukan selama 3 tahun (2014-2016) ini telah melalui uji organoleptik, uji proksimat dan daya simpan produk. Sosialisasi juga telah dilakukan oleh peneliti kepada sasaran dan advokasi kepada para stake holder agar produk dapat berlanjut (sustainable) dan menjadi icon daerah Kabupaten Lombok Utara. Bahkan produk tradisional KLU tersebut telah diusulkan untuk mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan telah diikutkan pada kegiatan tingkat regional (KLU), Nasional (Pontianak, Kalbar) dan tingkat Internasional di Jakarta pada “The 2nd International Symposium on Health Reserach and Development” pada tanggal 15-16 September 2015 di Balai Kartini Jakarta  

Beberapa pertanyaan yang diajukan peserta di antaranya dari Bq. Eka Juniarti (Persagi Loteng), Romadillah (Ahli Gizi Puskesmas Selaparang) dan beberapa mahasiswa Jurusan Gizi. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat dijawab oleh pemateri dengan cukup singkat mengingat waktu yang terbatas. Setelah usai sesi kedua dilanjutkan dengan pemberian cindera mata yang diserahkan oleh Ketua DPD Persagi NTB kepada para pemateri dan moderator, serta acara pembagian door prize tahap keduapun dimulai. Meriahnya pengundian door prize karena semua peserta sangat berharap “Dewi Fortuna” (keberuntungan) datang kepadanya sehingga mendapatkan hadiah yang diharapkan. Namun tentunya hanya peserta yang beruntung yang berhak membawa pulang hadiah yang disiapkan panitia.

Setelah berakhirnya acara para peserta diberikan sertifikat kepesertaan seminar dan siap kembali ke daerah masing-masing. Selain meng-update ilmu ternyata kesempatan seminar dimanfaatkan pula oleh sebagian peserta lulusan gizi untuk ajang kangen-kangenan sesama teman sejawat gizi dan reuni bagi yang sudah lama tidak bertemu. Mudah-mudahan acara serupa selalu terus digiatkan oleh Poltekkes Mataram, dan para ahli gizi pada umumnya…

 

Iklan

Leave a comment »

Musda DPD Persagi NTB

Dengan telah berakhirnya kepengurusan DPD Persagi NTB yang diketuai oleh TS Taufiq HS, SKM periode tahun 2012-2016 maka berdasarkan AD/ART organisasi kepengurusan tersebut harus dilakukan penggantian kepengurusan.  Bertempat di Hotel Golden Tulip Mataram pada tanggal 5 Mei 2017 mulai pukul 14.00 WITA telah dilaksanakan acara Musyawarah Daerah (Musda) DPD Persagi NTB dengan agenda pertanggungjawaban program pengurus Periode 2012-2017 serta pemilihan ketua baru Periode 2017-2022.

Tampak hadir dalam acara Musda Pembina Organisasi Persagi NTB (Khairul Anwar, SKM, M.Kes), Pengurus Priode 2012-2016, para Ketua DPC dari masing-masing Kota/kabupaten di Provinsi NTB, wakil Poltekkes Mataram, wakil dari RSUD Prov. NTB dan RSJ Mutiara Sukma dan tamu undangan lainnya. Di bawah koordinator pembawa acara (Mustika Hidayati, SKM, M.Kes) acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh undangan yang hadir dipandu dirijen TS Hidayati, SKM dari RSJ Mutiara Sukma.

Acara kedua dilanjutkan dengan pertanggungjawaban program kegiatan Pengurus Periode tahun 2012-2016. Dalam laporannya ketua lama menguraikan berbagai keberhasilan yang telah dicapai pada periode tersebut. Di antaranya kegiatan peringatan HGN yang selalu diselenggarakan setiap tahun yang melibatkan seluruh anggota Persagi di tingkat provinsi maupun kabupaten/Kota, berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan wujud nyata kiprah para anggota di tengah-tengah masyarakat, pendataan anggota Persagi di NTB, penyelesaian administrasi dan dokumen keanggotan Persagi, sosialisasi program-program gizi bagi masyrakat NTB dan banyak kegiatan yang lainnya. Namun dengan kerendahan hati Ketua yang sehari-hari menjabat sebagai Ka Sie Gizi prov NTB ini memaparkan masih terdapatnya kekurangan dalam pelaksanaannya, di antaranya tentang dokumentasi keanggotaan yang belum sepenuhnya rampung termasuk pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) kembali (re-registrasi) bagi anggota yang sudah habis masa berlakunya, tidak maksimalnya koordinasi sesama pengurus akibat adanya beberapa  pengurus yang berpindah tugas (mutasi) dan hal-hal lainnya.Dari lubuk hati yang dalam Ketua Persagi yang merupakan jebolan FKM UI Jakarta ini menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya.

Seusai pertanggungjawaban ketua lama, sejenak para undangan dimohon berdiri untuk menyanyikan Mars Gizi. Lagu yang barangkali saat ini jarang didengar sekalipun kita sebagai ahli gizi di mana lagu Ciptaan Bonar Doloksaribu tersebut telah mengalami penyempurnaan kata-kata seiring dengan perkembangan ilmu kegizian saat ini.  Lagu ini pula mengingatkan peserta pada beberapa tahun lalu saat masih menjadi mahasiswa D3 gizi di berbagai asal institusi gizi.

Acara berikutnya adalah acara inti berupa pemilihan ketua yang baru yang pada kesempatan itu ditunjuk TS. Solikin, SKM, MPH untuk memimpin jalannya sidang pemilihan. Seusai membaca aturan dan tata tertib pemilihan, ketua sidang yang sehari-hari bertugas sebagai Ka. Sie Humas RSUD Prov NTB ini memberikan kesempatan kepada para ketua DPC Persagi Kota/kabupaten untuk menyampaikan pandangan-pandangannya di antaranya dari Pulau Lombok adalah Kabupaten Lombok Barat (Wine Frida DP, SST), Kota Mataram (Abdul Azis Muslim, S.Gz. Dietesien), Kab Lombok Utara (Musawirin, SST), Lombok tengah (H. Kusriadi, SKM, M.Si) dan Kabupaten Lombk Timur (L Moh. Anwar, SKM, MPH). Sedangkan dari pulau Sumbawa diwakili Ermawati, SKM dari Kabupaten Sumbawa Barat, Dewi Pramoni, SKM, MPH dari Kabupaten Sumbawa, dan dari Kab. Bima (Tita Masita, STP, Msi dan Raodah, SST).

Dari  perwakilan yang ada hampir semua menghendaki agar pemilihan dilakukan secara aklamasi (mufakat) yang menyimpulkan agar ditetapkan kembali sang ketua lama untuk menjabat sebagai ketua baru pada periode selanjutnya (periode ke-2). Hal ini memungkinkan mengingat di dalam AD/ART persagi ketua terpilih dapat dipilih kembali maksimal dalam dua periode berturut-turut.

Setelah disepakati oleh para peserta bahwa Ketua DPD Persagi NTB yang baru merupakan ketua lama, selanjutnya pimpinan sidang memberikan kesempatan kepada pembina organisasi Persagi NTB untuk menyampaikan harapan-harapannya. Menurut mantan Ketua DPD Persagi ini dibutuhkan tenaga-tenaga baru yang masih muda untuk lebih meningkatkan gerak organisasi ini di dalam kepengurusan periode selanjutnya. Hal tersebut menurut Sekdis Dikes prov NTB ini disebabkan tantangan organisasi ke depan tidaklah ringan. Diharapkan dengan tersusunnya kepengurusan yang baru ini kelak dapat membawa organisasi profesi gizi ini lebih berperan aktif berkiprah khususnya dalam bidang gizi di wilayah NTB. “Mengutip data dari beberapa survey yang dilakukan ternyata masih terdapat beberapa indiaktor gizi yang memiliki prevalensi kecenderungan meningkat. Di antaranya kasus kurang gizi yang selalu di atas angka 15% “ imbuhnya.

Setelah diakhiri dengan doa rangkaian acara dalam  MUSDA DPD Persagi NTB dinyatakan selesai dan dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah sambil menikmati snack yang disajikan oleh pihak hotel. Bravo Persagi NTB…! (SW)

Leave a comment »

Puncak Peringatan HGN ke-57

undangan-1Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional tanggal 25 Januari ini  dan sebagai salah satu bentuk keikutsertaan dalam Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, maka pada Hari Minggu 5 Februari 2017 diadakan puncak kegiatan HGN 57 berupa kegiatan senam bersama dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama antara DPD Persagi NTB, Dinas Kesehatan Prov. NTB dan Jurusan Gizi Poltekkes Mataram serta didukung oleh pihak sponsor (Fitbar dan Fresh care) tersebut bersamaan pula dengan kegiatan Hari Kanker sedunia 4 Februari 2017 yang dikemas cukup meriah dengan diawali senam jantung sehat dilanjutkan dengan berbagai macam rangkaian pelayanan kesehatan. Acara yang diselenggarakan di Lapangan Monumen Gora Jalan Udayana yang bertepatan dengan “Car Free Day” ini sekaligus bertujuan untuk ajang  silaturahmi berkumpulnya tenaga kesehatan di bidang gizi yang ada di NTB.

undangan-2Sedianya yang akan hadir adalah Gubernur atau Wagub NTB. Namun oleh karena pada saat yang bersamaan terdapat kegiatan di tempat lian maka Pemda Prov. NTB diwakili oleh Sekretaris Prov NTB. Tampak hadir pada acara tersebut Ibu Wakil Gubernur (Ny. Hj. Samsiah Muh. Amin), Ka. Dinas Kesehatan Prov. NTB dan beberapa pejabat di lingkungan Dikes Prov NTB, para Kepala SKPD Prov. NTB, Direktur RSUD Prov. NTB, Direktur Poltekkes Mataram, Ketua DPD Persagi NTB dan seluruh pengurus, Ketua Jurusan Gizi, seluruh dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi, Kepala Instalasi Gizi RSU Pov NTB dan staf, tenaga gizi di Dikes Kab/Kota, Puskesmas, Rumah Sakit serta masyarakat di lingkungan sekitar.

senam-3Acara yang dimulai pukul 06.00 WITA ini diawali dengan senam Jantung Sehat bersama yang diikuti seluruh peserta dengan dipandu instruktur senam (Ibu Budi Hastuti Yani) dari RSU Prov NTB. Dengan penuh semangat Ibu Gubernur dan seluruh beserta  bergoyang bersama mengikuti irama lagu senam yang begitu populer dan akrab di telinga para peserta senam.

tanamanSetelah cukup lelah dengan gerakan senam diperagakan instruktur dan diikuti para peserta, kegiatan dilanjutkan dengan acara penyerahan secara simbolis bibit tanaman dari Sekda Prov NTB kepada salah seorang perwakilan Ibu PKK serta paket sayur dan buah secara simbolis oleh Ibu Wakil Gubernur kepada perwakilan mahasiswa Poltekkes Mataram. Hal ini sebagai wujud komitmen dan tekat seluruh  pengunjung untuk selalu mengkonsumsi buah dan sayur (khususnya yang kaya sumber antioksidan) dengan memanfaatkan lahan yang ada menggunakan bibit tanaman yang dapat diusahakan secara mandiri oleh masyarakat.

dr-ekaSelanjutnya acara inti Peringatan HGN ke 57 ini berupa sambutan oleh Ka. Dinas Kesehatan Prov. NTB (dr. Hj. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A). Dalam laporan singkatnya Ka Dikes yang berlatar belakang dokter spesialis anak tersebut mengungkapkan beberapa agenda kegiatan dan keterkaitan tema HGN 57 dengan pencegahan kanker. Menurut mantan Ka. Dikes Lombok Tengah tersebut saat ini penyakit kanker sudah sangat tinggi prevalensinya dan bahkan di beberapa negara telah menduduki peringkat teratas dari penyakit-penyakit yang diderita masyarakat. Sesungguhnya banyak upaya yang telah, sedang dan akan  dilakukan untuk menurunkan resiko ca. Menurutnya, selain dengan pemeriksaan dini Ca (misal pap smear) hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak anti oksidan, terutama yang banyak terdapat pada buah dan sayur. Hal ini sangat tepat dan tentu saja sejalan dengan tema HGN 57 tahun ini  yakni  “Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat”.

hadiah-sekdaSambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Daerah Prov. NTB (Ir. H. Rosiadi Sayuti, M.Si, Ph.D.) Dalam arahannya pejabat yang berasal dari Lombok Timur ini mengungkapkan pengalamannya ketika bertemu dengan seorang berkebangsaan Italia. Dalam obrolan singkatnya ketika ditanyakan kepada si bule tadi “Mengapa Anda selalu beraktifitas olah raga setiap hari?”. Untuk mendapatkan jawabannya Sekda yang pernah menjabat sebagai Ketua Bapeda Prov NTB ini membuat sayembara. Bagi pengunjung yang mampu menjawab dengan benar maka akan diberi bonus uang Rp. 200.000. Seketika berebut pengunjung untuk menjawabnya. Dua orang yang beruntung naik panggung dan keduanya ternyata salah dalam menjawab. Jawaban yang benar menurut Sekda kelahiran Kotaraja Lotim ini adalah “Kita beraktifitas dan olah raga tujuannya adalah supaya kita bisa enak makan“. Jawaban yang tampaknya mudah dan sepele ini membuat kedua mahasiswa yang sudah terlanjur naik jadi cengar-cengir salah tingkah. Untuk mengobati kekecewaan keduanya diberi bonus masing-masing Rp. 50.000 (Bahasa Lomboknya begak-begak heeee….heeee…) sebagai ucapan terima kasih karena sudah berani menjawab.

kunjungan-1Rangkaian acara berikutnya berupa kunjungan stand pameran buah dan sayur yang tengah dipamerkan oleh anggota Persagi NTB. Berbagai macam sayur dan buah-buahan disajikan dan siap untuk dinikmati. Terdapat pula beberapa buah yang telah diolah seperti puding dan salad serta sayur buah untuk diit. Tak ketinggalan buah dengan anti oksidan yang tinggi menghiasi meja stand pameran serta ditampilkan pula nilai gizi dari masing-masing bahan yang disajikan. Ibu Gubernur, Sekda NTB serta para undangan berkeliling stand untuk mendapatkan penjelasan tentang gizi dan makanan dari oleh para ahli gizi anggota Persagi NTB.

tensiBagi masyarakat lainnya disediakan pelayanan kesehatan gratis berupa pengukuran antropometri (BB, TB dan IMT/st gizi), tekanan darah, tebal lemak dan pemeriksaan kadar gula darah. Pelayanan dimulai dari meja I (pendaftaran), meja pengukuran tekanan darah (meja II), pemeriksaan darah (meja III), pelayanan konseling (meja IV) serta pemberian bingkisan di meja V. Paling tidak telah mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak 94 pengunjung pada puncak acara HGN 2017 kali ini. Pengunjung dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi mengetahui gambaran  status gizinya dengan memanfaatkan konselor gizi yang telah ditunjuk dan telah berpengalaman dari RSU Prov NTB. Pengunjung dapat pula menanyakan  tentang informasi tentang gizi, jenis-jenis diet dan terapi diit bagi yang menderita penyakit tertentu.

konseling-miminSelain konsultasi gizi diberikan pula leaflet atau brosur-brosur kesehatan bagi pengunjung maupun pesan-pesan gizi dalam bentuk pembatas buku yang didistribusikan oleh para mahasiswa gizi yang dipilih. Dengan penuh keramahan para pengunjung diarahkan oleh para mahasiswa gizi menuju tenda pelayanan dan menentukan jenis layanan yang ingin diperoleh. Semua pelayanan yang diberikan tanpa dikenakan biaya sama sekali (gratis) sebagai bagian kiprah ahli gizi di dalam mengabdikan ilmu dan pengetahuannya bagi masyarakat.

hadiah-2Setelah berakhirnya acara seremonial HGN ke 57 untuk memeriahkan acara dibagikan berbagai macam door prize bagi peserta yang beruntung dengan cara menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panitia. Soal-soal yang diberikan adalah seputar ilmu gizi sekaligus upaya untuk mengasah kemampuan dan pengetahuan para peserta. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat umum begitu antusias menjawab pertanyaan dengan harapan mendapatkan hadiah yang telah disediakan panitia. Pada saat yang bersamaan tepatnya di mobil IVA disediakan pula layanan pemeriksaan kanker berupa pemeriksaan pap smear untuk mendeteksi secara dini terdapanya Ca cervix, dimana Ca jenis ini paling banyak diderita oleh kaum wanita. Pemeriksaan dilakukan oleh pengurus IBI Kota Mataram bekerja smaa denga  Dinas Kesehatan Prov NTB.

gus-ekaDi sela-sela kegiatan berjalan ikut memeriahkan pula Bapak Gus Eka, seorang ahli gizi dari RSJ Mutiara Sukma dengan organ tunggalnya membawakan beberapa buah lagu. Dengan suara merdu dua orang penyanyi membawakan lagu “Selamat Ulang Tahun” (dipopulerkan Group Jamrud) dan “Merah Putih” (dipopulerkan oleh Group Coklat) dengan apik dan serta mendapat sambutan hangat dari para pengunjung. Beberapa pengunjung lain ikut pula menyumbangakan suara emasnya dan ikut berdendang mengikuti alunan organ tunggal sang ahli gizi yang pandai mengukir buah ini.

panitiaKegiatan diakhiri pukul 09.00 WITA dengan melakukan foto bersama sejawat gizi. Kegiatan ini sengaja dilakukan bertujuan untuk memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat dalam rangka membangun kesadaran  tentang arti pentingnya Sektor Gizi dan Kesehatan dalam Pembangunan Nasional. Selain itu sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan produktif sebagaimana tema besar HGN berapa tahun ini yaitu “Bersama membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi”

anggota-persagiKegiatan HGN masih akan dilanjutkan dengan kegiatan bersama berupa Seminar Nasional dengan narasumber para pakar di bidangnya yang sedianya akan dilaksanakan pada sekitar pertengahan bulan Mei 2017 di Poltekkes Mataram. Semoga kiprah para ahli gizi khususnya di Provinsi NTB ini senantiasa bermanfaat bagi masyarakatnya. Amiieennn…. (SW)

Leave a comment »

Peringatan HGN 57 di Taman Selagalas

senamDalam rangkaian Hari Gizi Nasional (HGN) ke 57 Hari Minggu, tanggal 22 Januari 2017 kemarin dan sebagai salah satu bentuk keikutsertaan dalam Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi telah dilaksanakan senam bersama di halaman taman Selagalas, Mataram. Acara yang dirangkaikan bersamaan dengan kegiatan para anggota kelompok Senam Jantung Sehat asuhan Ibu Budi Hastuti Yani tersebut tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai ajang  silaturahmi berkumpulnya tenaga kesehatan di bidang gizi yang ada di NTB.

pejabatTampak hadir di lokasi acara di antaranya Sekretaris Dinas Kesehatan Prov NTB (Khaerul Anwar, SKM, M.Kes), Ketua Persagi Prov NTB (Taufik HS, SKM), Ketua Jurusan Gizi (I Ketut Swirya Jaya, SKM, M.Erg), Kabid Yankes Dikes Kota Mataram (M Carnoto, SKM, MM), Ketua DPC Persagi Kota Mataram (Abdul Aziz Muslim, S.Gz Dietesien), para dosen Poltekkes Mataram, para anggota Persagi, para mahasiswa Jurusan Gizi dan masyarakat sekitar Mataram.

bingkisanAcara yang dilaksanakan di taman yang berhadapan dengan RSJ Mutiara Sukma tersebut merupakan bentuk kerja sama DPD Persagi NTB dengan Yayasan Jantung Sehat (YJS) Mataram, Poltekkes Kemenkes Mataram dan didukung pula oleh Produk “Fitbar”. Kegiatan sengaja dilakukan bertujuan untuk memberikan advokasi dan pelayanan gizi kepada masyarakat dalam rangka membangun kesadaran  tentang arti pentingnya Gizi dan Kesehatan dalam Pembangunan Nasional.

yaniSelain itu sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan produktif sebagaimana tema HGN ke-57 yang tidak jauh berbeda dengan tema tahun lalu yaitu “Bersama membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi”. Sedangkan sub tema untuk tahun ini adalah “Peningkatan Konsumsi Sayur dan Buah Nusantara Menuju Masyarakat Hidup Sehat”.  Sebagai bentuk kegiatan Ulang Tahun organisasi yang telah berkiprah selama 57 tahun ini berfokus pada 3 hal yaitu : meningkatkan aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah serta dteksi dini penyakit.

senam-2Senam bersama yang dilaksanakan pada pukul 06.00 WITA ini memperagakan gerakan senam jantung sehat bagi para pengunjung yang hadir di lokasi acara. Dengan penuh semangat dan antusiasme para peserta mengiringi gerakan senam yang diperagakan oleh para instruktur. Kegiatan HGN tahun ini masih akan dilanjutkan dengan kegiatan gizi lainnya berupa puncak HGN 2017 yang sedianya akan dilaksanakan pada Hari Minggu, 5 Februari 2017 atau lebih tepatnya 2 minggu kemudian di Jalan Udayana.

pengunjung-berjubelSeusai melakukan kegiatan senam, para anggota pengunjung dipersilakan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan melakukan konsultasi gizi gratis dari para konselor yang telah ditunjuk oleh panitia HGN ke 57. Dia antaranya berasal dari RSU Prov NTB ( Ibu Nyoman Widharmini, SKM dkk), dan para dosen ahli gizi dari Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram ( Ibu AASP Chandradewi, SKM, M.Kes dkk).

cek-darahBentuk pemeriksaan fisik yang dilakukan selain pengukuran anthropometri (TB dan BB) dilakukan pula pemeriksaan tebal lemak dan pemeriksaan tekanan darah. Sedangkan untuk pemeriksaan laboratorium (biokimia) dilakukan cek darah untuk mengetahui kadar gula darah sewaktu bagi pengunjung yang menginginkan.

bbSemua bentuk pemeriksaan dilakukan sepenuhnya tanpa menggunakan biaya sepserpun alias gratis. Hal ini sejalan dengan bentuk kegiatam HGN yang ke 3 tahun ini yaitu deteksi dini penyakit

konseling-lendriPada kesempatan konseling tersebut para pengunjung mendapatkan pemahaman dari para konselor tentang pentingnya melakukan diet, makanan yang diperbolehkan dan dilarang bagi pengunjung sesuai umur dan penyakit yang dideritanya jika ada. Sebagai bentuk kepedulian anggota Persagi NTB kepada pengunjung diserahkan hasil pemeriksaan gizi,  serta tanda kasih (bingkisan) yang merupakan sumbangan dari para anggota Persagi NTB berupa  paket buah dan sayuran bagi 50 orang pengunjung pertama. Sedangkan bagi yang lainnya telah disiapkan sayur dan buah-buahan dan bisa dinikmati sepuasnya oleh pengunjung di sela-sela kegiatan berlangsung.

juaraSeiring kegiatan konseling sambil menunggu untuk dilakukan pemeriksaan sebagian yang lainnya diberikan quiz berhadiah yang dipandu pembawa acara. Puluhan door prize dibagikan dengan terlebih dahulu diberikan pertanyaan bagi peserta dan bagi yang beruntung tentu saja akan mendapatkan berbagai macam hadiah menarik dari para sponsor.

azisKegiatan yang diakhiri pukul 08.30 WITA ini dilakukan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya para pengunjung yang ikut serta di dalam kegiatan senam bersama di Taman Selagalas dan sekitarnya. Selain itu sekaligus sebagai upaya sosialisasi keberadaan Persagi NTB dan lebih meningkatkan kiprahnya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan arti pentingnya gizi dan kesehatan. Semoga HGN ke 57 tahun dan kiprah anggota Persagi ini membawa manfaat bagi masyarakatnya. Amiien… (SW)

Leave a comment »

Pengabmas di Sekotong

bisMengakhiri rangkaian kegiatan HGN ke 56 DPD Persagi Prov NTB bekerja sama dengan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram, maka pada Hari Jumat 11 Februari 2016 kemarin beberapa anggota Persagi telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) berupa bhakti sosial kepada masyarakat. Kegiatan bhakti sosial kali ini dipusatkan di Dusun Tawun, Desa Sekotong Barat Lombok Barat dengan sasaran Ibu hamil, ibu menyusui, ibu Baduta (Bayi di bawah 2 tahun) dan siswa-siswi sekolah dasar. Kegiatan ini juga mengikutsertakan anggota DPC Persagi Kab Lombak Barat dan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Senam bersama di Epicentrum

peserta senamMasih dalam rangkaian Hari Gizi Nasional (HGN) ke 56 Hari Minggu, tanggal 31 Januari 2016 kemarin dilaksanakan senam bersama di halaman parkir timur Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram. Acara yang dirangkaikan bersamaan dengan kegiatan rutin para anggota Diabetisi Kota Mataram tersebut tampak dihadiri oleh pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Prov NTB, Ketua Persagi Prov NTB (Taufik HS, SKM), Ketua Jurusan Gizi (I Ketut Swirya Jaya, SKM, M.Erg), Ketua FKPPI Kota Mataram, para anggota DPD Persagi Prov NTB dan DPC di Kab/Kota, perwakilan sponsor, para mahasiswa Jurusan Gizi dan masyarakat sekitar Mataram. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Peringatan HGN ke-56

konselingDalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh di setiap tanggal 25 Januari ini dan sebagai salah satu bentuk keikutsertaan dalam Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, maka pada Hari Minggu 24 Januari 2016 diadakan kegiatan konseling bagi ibu hamil dan pembagian stiker HGN ke 56 bagi warga masyarakat Kota Mataram. Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama antara DPD Persagi NTB, Dinas Kesehatan Prov. NTB dan Jurusan Gizi Poltekkes Mataram tersebut dikemas santai dan cukup sederhana. Acara yang diselenggarakan di Jalan Udayana ini bertepatan dengan “Car Free Day (CFD)” dengan tujuan sebagai ajang silaturahmi berkumpulnya tenaga kesehatan di bidang gizi yang ada di NTB. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »