HGN 58 di CFD

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke 58 tahun  ini  dan sebagai salah satu bentuk keikutsertaan dalam Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, maka pada Hari Minggu 28 Januari 2018 diadakan kegiatan sebagai rangkaian HGN 58 berupa kegiatan gerak jalan bersama dan konseling kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama antara DPD Persagi NTB, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prov NTB dan Jurusan Gizi Poltekkes Mataram tersebut dikemas cukup sederhana dengan diawali senam gerak jalan bersama dimulai dari ex. Bandara Selaparang hingga monumen Bumigora untuk berkumpul dan melaksanakan kegiatan konseling gizi .

Tampak hadir pada acara kegiatan tersebut Ketua DPD Persagi NTB dan seluruh pengurus, Ketua DPC Persagi Kota/Kabupaten, Ketua Jurusan Gizi, seluruh dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi, Kas. Sie Gizi Prov NTB staf, tenaga gizi di Dikes Kab/Kota, Puskesmas, Rumah Sakit serta masyarakat di lingkungan sekitar.

Acara yang diselenggarakan di Lapangan Monumen Gora Jalan Udayana yang bertepatan dengan “Car Free Day (CFS)” ini sekaligus bertujuan untuk ajang  silaturahmi berkumpulnya tenaga kesehatan di bidang gizi yang ada di NTB. Beberapa pesan-pesan gizi disampaikan para peserta kepada pengunjung yang berada di area CFD. Berbagai atribut buah dan sayur, seperti bando, spanduk, poster serta badut buah-buahan yang diperagakan oleh para mahasiswa Jurusan Gizi ikut meramaikan CFD yang rutin diadakan di jalan Udayana tersebut.

Acara yang dimulai pukul 06.00 WITA ini diawali dengan jalan bersama sambil menyampaikan pesan-pesan gizi bagi pengunjung CFD pagi itu di seputaran Jalan Udayana. Di antaranya masih dengan tema makan buah dan sayur serta menyampaikan pesan-pesan gizi khususnya terhadap pencegahan stunting yang saat ini begitu populer istilah tersebut bagi dunia pergizian saat ini.

Sesampai di arena kegiatan (Bumi gora) telah disiapkan berbagai layanan kesehatan bagi pengunjung berupa konseling gizi maupun konsultasi kesehatan  secara gratis. Kegiatan berkumpulnya para ahli gizi di NTB ini bekerja sama dengan organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang pada saat bersamaan juga tengah melakukan kegiatan bhakti sosial di tempat tersebut.

Bagi pengunjung yang membawa anak balita dipersilakan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak yang hadir cukup banyak saat itu dan dimotori ketua IDAI Prov NTB (dr. Nurhandini Eka Dewi, S.P). Bukan saja bagi ibu balita namun bagi masyarakat umum lainnya juga disediakan pelayanan konseling gizi  secara gratis yang dilakukan oleh ahli gizi yang datang saat itu.

Tak ketinggalan seusai dilakukannya konseling bagi pengunjung diserahkan pula bingkisan berupa paket buah-buahan yang telah diatur di nampan sebagai wujud kepedulian ahli gizi terhadap pentingnya makan buah dan sayur sesuai pula dengan tema meningkatkan konsumsi makan buah dan sayur.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pula publikasi berupa dengan media elektronik setempat oleh TV 9 Mataram dengan melakukan wawancara kepada Ketua HGN 58 dan ketua IDAI Prov NTB. Kegiatan diakhiri pukul 09.00 WITA dengan melakukan foto bersama antara pengurus DPD Persagi dan Pengurus IDAI Provinsi NTB. Keterpaduan kedua organisasi ini diharapkan dapat menunjukkan kiprahnya di dalam rangka mencegah dan mengatasi masalah stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat, karena sesungguhnya masalah stunting memang bukanlah masalah yang sederhana dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk dapat mencegahnya.

Kegiatan ini sengaja dilakukan bertujuan untuk memberikan pelayanan gizi kepada masyarakat dalam rangka membangun kesadaran  tentang arti pentingnya Sektor Gizi dan Kesehatan dalam Pembangunan Nasional. Selain itu sekaligus sebagai upaya untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas dan produktif sebagaimana tema besar HGN berapa tahun ini yaitu “Bersama membangun Gizi Menuju Bangsa Sehat dan Berprestasi” Semoga kiprah para ahli gizi khususnya di Provinsi NTB ini senantiasa bermanfaat bagi masyarakatnya. Amiieennn…. (SW)

 

Iklan

Leave a comment »

Seminar Nasional

Dalam rangka Hari Gizi Nasional ke 58 telah diselenggarakan kegiatan Seminar Nasional Bidang Gizi dan Poster Sesi, dengan tema: “Metodologi dalam survei gizi : Deteksi dini kejadian stunting pada balita”.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Jumat, 26 Januari 2018 ini menghadirkan sebanyak 7 (tujuh) orang pembicara Tingkat Nasional di antaranya Dr. Sandjaja, MPH, Dr. Moesijanti Yudiarti Endang Soekarti, MCN, Dr. Fitrah Ernawati, M.Sc,  Dr. Yekti Widodo, SP, M.Kes, Edith Heriandita Sumedi, SKM, M.Sc, Dr. Ir. Basuki Budiman, MS.PH, dan Dr. Ir. Heryudarini Harahap, M.Kes.

Kegiatan diadakan di gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Mataram ini atas kerja sama DPD Persagi Prov NTB, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram, HMJ Gizi, serta didukung oleh Bank BTN dan Wardah Cosmetic. Tampak hadir dalam kegiatan seminar di antaranya Pengurus pusat DPP Persagi, Kepala Bapelkes Mataram, perwakilan rumah sakit, Dinas Kesehatan provinsi dan Kota/Kabupaten, wakil dari Poltekkes Kemenkes Mataram, Ketua DPD Persagi Prov. NTB, Ketua Organisasi Profesi kesehatan, Ketua Jurusan di lingkungan Poltekkes Mataram, Ketua  DPC Persagi kabupaten/Kota se NTB,  para narasumber, seluruh dosen di Jurusan Gizi dan seluruh maahasiswa serta praktisi gizi se NTB.

Antusiasme peserta begitu tinggi mengingat ada 2 SKP yang didapatkan berdasarkan SK DPP Persagi dan mengingat bahwa pengumpulan Angka Kredit (AK) yang berasal dari kegiatan ilmiah merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh seorang ahli gizi apabila hendak mengurus atau memperpanjang Surat Tanda Registrasi (STR) ahli gizi.

Sebagaimana diketahui bahwa tuntutan bagi tenaga gizi saat ini adalah harus mengumpulkan kredit point untuk penilaian kepangkatan bagi yang menyandang jabatan fungsional nutrisonis ahli maupun nutrisionis terampil di lingkungan program (Dikes dan Puskesmas) maupun RS. Seminar Nasional ini juga menampilkan sesi poster dari para dosen di Poltekkes Kemenkes Mataram.

Pra acara dimulai dengan ditampilkannya persembahan selamat datang berupa tari tradisional yang dengan lemah gemulai dibawakan oleh mahasiswa di Jurusan Gizi Mataram. Sambutan antusias dan tepukan riuhpun membahana dari penonton seusai gerakan yang ditarikan oleh 6 orang penari tersebut.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Gizi oleh seluruh undangan yang hadir dipandu dirijen dari salah satu mahasiswa Jurusan Gizi (Deltayanti).  Lagu Mars Gizi yang sudah lama dan jarang didengarkan akhirnya membahana di gedung auditorium milik Poltekkes Mataram ini. Lagu tersebut sedikit banyak  mengingatkan para alumni gizi (beberapa lulusan lama) bahwa mereka pernah dengan semangat menyanyikannya terutama saat PPS/PPA di Jurusan Gizi Mataram.

Acara kedua dilanjutkan dengan doa yang dipandu oleh TS Sidiq, S.Gz dari Dinkes Lombok Tengah dengan harapan agar selama berlangsungnya acara Tuhan YME senantiasa memberkahi kegiatan seminar ini dan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa ada halangan yang berarti.

Acara berikutnya berupa laporan ketua panitia  yang disampaikan oleh Irianto, SKM, M.Kes. Dalam laporan singkatnya Pak Ir (Panggilan akrabnya…) menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan seminar di antaranya memberikan pemahaman tentang pentingnya pencegahan stunting yang saat ini menjadi isu nasional. Tak lupa mantan Kajur Gizi Mataram ini menyampaikan ucapan Selamat Kepada pengurus baru DPD Persagi NTB periode 2017-2021, selamat bekerja, sukses dan membawa gerbong DPD NTB yang menjadi lebih baik, lebih kreatif, lebih inovatif, lebih mampu kerja, kerja dan kerja yaitu KERJA KERAS, KERJA CERDAS DAN KERJA IKHLAS. “Hari ini merupakan salah satu moment penting dalam rangka HGN ke 58 kita melaksanakan seminar nasional yang bertemakan METODOLOGI DALAM SURVEI GIZI teraktual, oleh para pakar yang memiliki reputasi internasional, beliau-beliau para ahli gizi di bidang kepakarnya yang tergabung dalam tim SEANUTS.” Lanjutnya.

Menurut bapak 2 anak ini, kita patut bersyukur, dan berbangga diri mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sesuatu yang baru, sebagai bentuk pencerahan dalam menjalankan tugas mulia sebagai ahli gizi baik di rumah sakit, Dinas Kesehatan, Puskesmas ataupun di sektor swasta dan wiraswasta. Ditambahkannya bahwa yang hadir di gedung Auditorium milik Poltekkes Mataram ini adalah para dokter, ahli gizi, tenaga kesehatan lain serta mahasiswa yang berjumlah lebih dari 600 peserta dari berbagai daerah, yang ada di 10 kabupaten/kota, khususnya yang berada di Pulau Lombok, sebagai bentuk kepedulian akan HGN, Seminar, silaturahim dan mengenal para pakar gizi tentunya

“Dengan persiapan yang relatif singkat tidak sampai satu bulan syukur Alhamdulillah seminar yang bertaraf nasional dapat diselenggarakan, tentunya tidak lepas dari partisipasi semua pihak, yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu terutama para panitia serta mahasiswa dan tentu saja banyak kekurangan di sana sini”, lanjutnya.

Acara sambutan sekaligus pembukaan seminar disampaikan oleh Ketua Pengurs Pusat DPP Persagi (Edith Heriandita S, SKM, M.Sc). Menurut ahli gizi senior ini kegiatan seminar merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari budaya berfikir ilmiah di dunia pendidikan. Kegiatan yang disertai dengan sesi poster bagi para dosen ini agar dapat dipergunakan sebagai bagian dari publikasi hasil hasil penelitian yang menjadi salah satu pilar Tri darma perguruan tinggi. Salah satu Ketua di Kepengurusan DPP Persagi inipun berkenan membuka secara resmi acara Seminar Nasional yang menghadirkan banyak pakar gizi dan diikuti insan gizi se-NTB tersebut dan mengucapkan selamat mengikuti kegiatan seminar bagi seluruh peserta.

Memasuki inti acara berupa panel diskusi yang pada sesi pertama dimoderatori oleh dosen  di Jurusan Gizi yaitu Ibu DR. Made Darawati, STP, M.Sc. Pada sesi pertama ini menampilkan 4 orang narasumber yaitu Ibu Edit Heriandita S, SKM, M.Sc, Dr. Sandjaja, MPH, Moesijanti Yudiarti Endang Soekarti, MCN, Ph.D, dan Dr. Fitrah Ernawati, M.Sc.

Materi pertama disampaikan Ibu Edit yang mewakili Ketua Umum DPP Persagi yaitu tentang pendidikan gizi, uji kompetensi, sumpah profesi, Surat Tanda Registrasi (STR) dan isu-isu terkini di bidang gizi. Materi kedua oleh DR. Sandjaja, MPH yang membahas tentang “Pentingnya inflate and weight untuk menentukan prevalensi masalah gizi”, materi ketiga oleh Moesijanti Yudiarti Endang Soekarti, MCN, Ph.D tentang Indikator Antropometri (tinggi duduk, wrist, dan skin fold) dan meteri ke empat oleh DR. Fitrah Ernawati, M.Sc tentang Teknik pengumpulan data biokimia (micronutrient).

Beberapa pertanyaan mengemuka dari para peserta di antaranya untuk Ibu Fitrah bahwa Kekurangan iodium mengacu pada data tahun 2003, apakah ada penelitian lanjutan. Kemudian pertanyaan ke dua dari  Nining Handayani, SKM, M.Kes (BKKBN Prov NTB) yang bertanya dalam Program BKKBN tentang pencegahan stunting, apakah inflate bias diterapkan di semua penelitian, apakah ada kriteria tertentu, pertanyaan ini ditujukan bagi Dr Sandjaja. Pertanyaan ketiga untuk Dr Fitrah adalah seberapa besar kontribusi pertumbuhan pada balita yang cukup diberikan vitamin A dan iodium?. Seluruh pertanyaan dapat dijawab dengan singkat dan lugas oleh para penyaji dan para penanyapun puas mendapatkan jawaban tersebut.

Seusai istirahat, makan dan shalat Jumat (bagi laki-laki yang muslim) sesi penyampaian materi ke dua selanjutnya dimoderatori oleh Bapak Khaerul Anwar, SKM, M.Kes dengan 3 orang narasumber yaitu Dr. Yekti Widodo, SP, M.Kes (Konsumsi buah, sayur, susu dan jajanan),  Dr. Ir. Basuki Budiman, MS.PH tentang Pengukuran kognitif hubungannya dengan status gizi  dan Dr. Ir. Heryudarini Harahap, M.Kes tentang Metode pengukuran kepadatan tulang dan aktifitas fisik.

Sesi tanya jawabpun dibuka dan ada beberapa pertanyaan dari para peserta di antaranya untuk Dr. basuki : Ibu gizi kurang dan anak premature serta kelainan kulit, apakah ada hubungannya ? Apakah gizi baik dapat meningkatkan inteligensi seseorang ? Apakah terdapat korelasi antara inteligensi dengan status gizi ? Selanjutnya pertanyaan untuk Dr. Rini adalah bagaimana cara mengimbangi dengan life style “screen time”? Sedangkan pertanyaan Ni Nengah Ariani dari RSU Provinsi NTB di Sumbawa untuk Dr Yekti adalah apakah dalam penelitian, susu formula yang dipergunakan tersebut sudah sesuai takarannya ? Semua pertanyaan juga akhirnya dijawab oleh para narasumber yang hadir.

Pada saat pemaparan dari narasumber yang kedua ini hadir Bapak wakil Gubernur NTB (H. Muhammad Amin, SH, M.Si) dan serta merta sang moderator yang sehari-hari menjabat sebaga Ka Dikes KLU ini segera mempersilakan  Beliau untuk menyampaiakan pesan-pesan sesuai tema hari gizi tahun ini. Wagub NTB yang berlatar belakang bidang advokat ini berpesan bagi peserta seminar yang hadir. Di antaranya bahwa diperlukan intervensi yang spesifik yang dilakukan oleh sektor kesehatan dalam menangani masalah gizi yang ditujukan kepada ibu hamil, ibu menyusui maupun balita seperti antara lain pemberian Makanan Tambahan, perbaikan perilaku memperbaiki pemberian makanan pendamping ASI. Selain itu diperlukan pula intervensi yang sensitive yang dilakukan diluar sektor kesehatan seperti antara lain penyediaan air bersih dan sanitasi, Ketahanan pangan, keluarga berencana, jaminan kesehatan, perlindungan sosial dan lain-lain.

“Tidak terkecuali tenaga kesehatan termasuk tenaga gizi yang hadir pada saat seminar ini memiliki andil dalam melaksanakan tugas kebijakan kesehatan baik di tingkat pusat maupun di daerah, Sumber Daya Manusia menjadi begitu penting dalam menggerakkan roda pembangunan khususnya di bidang kesehatan di Bumi Gora yang kita cintai guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB. Sektor Kesehatan, pendidikan merupakan pilar utama dalam Indeks Pembangunan Manusia, “ tambahnya.

Menurut wagub yang berasal dari Pulau Sumbawa ini melalui Kegiatan Seminar  di samping ada transfer knowledge dari para pakar di bidang gizi, juga merupakan bentuk pencerahan bagi kita semua yang hadir pada seminar ini. ”Melalui moment Hari Gizi Nasional ke 58 ini mari kita wujudkan kemandirian Keluarga dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting” kata wagub mengakhiri sambutan singkatnya. Sebelum turun dari panggung Wagub dan para pemakalah serta paniitia menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Pada akhir kegiatan seminar dibagikan pula berbagai macam door prize dari para pendukung acara seminar seperti Wardah Cosmetic, Bank BTN dan coklat “Tiaga”. Riuh rendah peserta mewarnai pengundian door prize. Berbagai celotehan konyol terdengar ketika dibacakan nomor peserta yang beruntung dan semua peserta tentu saja berharap untuk membawa pulang salah satu hadiah yang disediakan panitia. Wajah-wajah bahagia tampak di panggung ketika menerima hadiah untuk dibawa pulang yang diserahkan oleh Ketua DPP Persagi, Ketua DPD Persagi Prov NTB, Ketua Panitia Seminar, Ketua Jurusan Gizi dan Ka.Dikes KLU.

Kegiatan seminar selain sebagai upaya pengembangan diri bagi para ahli gizi di Prov. NTB acara ini sekaligus ajang silaturahmi bagi para alumni dari berbagai angkatan. Kegiatan ilmiah ini pula diharapkan menjadi sebuah ajang untuk terus meng-update informasi khususnya tentang ilmu gizi. Tema seminar yang membahas penggunaan pangan lokal dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayur masih amat relevan hingga saat sekarang dan sejalan tentunya dengan tema HGN 58 tahun ini yaitu makan buah dan sayur.

Setelah berakhirnya acara para peserta diberikan sertifikat kepesertaan seminar dan siap kembali ke daerah masing-masing. Selain meng-update ilmu ternyata kesempatan seminar dimanfaatkan pula oleh sebagian peserta lulusan gizi untuk ajang kangen-kangenan sesama teman sejawat gizi dan reuni bagi yang sudah lama tidak bertemu. Mudah-mudahan acara serupa selalu terus digiatkan oleh Poltekkes Kemenkes Mataram, dan para ahli gizi pada umumnya…

Leave a comment »

Pelantikan Pengurus

Dengan telah berakhirnya kepengurusan DPD Persagi NTB yang diketuai oleh TS Taufiq HS, SKM periode tahun 2012-2016 maka berdasarkan AD/ART organisasi kepengurusan tersebut harus dilakukan penggantian sekaligus pelantikan pengurus baru periode 2017-2021.  Bertempat di Auditorium Poltekkes Kemenkes Mataram pada tanggal 26 Januari 2018 mulai pukul 08.09 WITA telah dilaksanakan acara pelantikan bagi pengurus baru. Pelantikan sedianya akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPD Persagi namun dengan begitu padatnya jadwal Beliau, pelantikan dilakukan oleh Ketua Bidang Pendidikan dan Ketenagaan Persagi (Edith Heriandita Sumedi, SKM, MSc)

Tampak hadir dalam acara pelantikan para Ka. Dinas Kesehatan, Ka Bapelkes Mataram, pimpinan rumah sakit, para ketua organisasi profesi kesehatan (IDI, PPNI, IAKMI, HAKLIi, IBI dan Patelki), Kasubag di Poltekkes Mataram, Ketua DPC Persagi dari masing-masing Kota/kabupaten di Provinsi NTB dan para undangan lainnya. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh undangan yang hadir dipandu dirijen dari salah satu mahasiswa Jurusan Gizi (Deltayanti). Acara kedua dilanjutkan dengan doa dengan harapan agar lebih menambah berkah selama kegiatan berlangsung dan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Acara ketiga adalah pembacaan SK DPP Persagi tentang Kepengurusan DPD Persagi Prov NTB oleh TS Mardiansyah, SST dilanjutkan dengan inti acara berupa pelantikan pengurus baru. Satu-persatu pengurus yang disebutkan namanya maju untuk dilantik sebagai pengurus periode 2017-2021. Di bawah naungan bendera merah putih dan pataka Persagi keseluruhan pengurus DPD Persagi Prov NTB telah syah dan resmi sebagai pengurus baru.

Seusai pelantikan dalam sambutan singkatnya Bu Edit (demikian Beliau biasa disapa…) berpesan agar pengurus baru yang telah dilantik dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Menurut mantan Ketua Jurusan Gizi Jakarta II ini masalah gizi khususnya di NTB masih cukup banyak untuk diatasi dan tak kunjung habis, sehingga peran ahli gizi dituntut lebih giat untuk bekerja keras. Tentu hal ini tak mungkin dilakukan oleh tenaga gizi saja namun mesti melibatkan berbagai komponen yang ada baik lintas program maupun lintas sektoral terutama di dalam menghadapi masalah yang saat ini sedang populer yaitu stunting.

Masih menurut ibu yang tampak awet muda ini stunting bukan tidak mungkin dicegah atau bahkan dikoreksi, yang dibutuhkan ialah penguatan kerja sama antara program dan lintas sektor karena masalah stunting adalah masalah Sumber Daya Manusia Bangsa Indonesia yang akan datang.

Berbagai upaya pencegahan terjadinya stunting dan deteksi dini kejadian stunting sangat penting untuk dilakukan. Ciri–ciri balita yang mengalami stunting harus segera dapat diidentifikasi sejak awal.  Sehingga penanggulangannya juga dapat dilakukan lebih awal.

Ditambahkannya berbagai permasalahan yang dihadapi terutama di tingkat pusat maupun di daerah adalah terkait dengan regulasi bagi anggota Persagi di antaranya tentang dokumentasi keanggotaan yang belum sepenuhnya rampung termasuk pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR) dan perpanjangan STR (re-registrasi) bagi anggota yang sudah habis masa berlakunya, tidak maksimalnya koordinasi sesama pengurus dan hal-hal lain yang masih menjadi PR bersama.

Acara singkat di sela-sela kegiatan Seminar Nasional tersebutpun diakhiri dengan sesi foto bersama. Seusai foto dengan berbagai gaya acarapun ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pengurus yang baru oleh para undangan.

Leave a comment »

Seminar Nasional

Dalam rangka Hari Gizi Nasional ke 57 dan Hari Tempe sedunia telah diselenggarakan kegiatan Seminar Nasional selama satu hari dengan tema Optimalisasi Pemanfaatan Pangan Lokal (Tempe Sayur dan Buah) untuk Mengatasi Masalah Gizi dan Kesehatan di Indonesia.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 13 Mei 2017 ini menghadirkan beberapa pembicara Tingkat Nasional di antaranya Prof. DR. Ir Made Astawan, M.Sc dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, DR. Dadi Hidayat Maskar, STP, M.Sc dari perwakilan USSEC (US Soybean Export Council) di Indonesia serta I Dewa Nyoman Supariasa, MPS yang merupakan dosen sekaligus penulis buku yang cukup produktif menghasilkan karya-karya gizi.  Sedangkan pembicara pada tingkat lokal adalah Ka Prodi D4 Gizi Poltekkes Mataram (AASP Chandradewi, SKM, M.Kes) dan Ka Prodi D3 Gizi (Susilo Wirawan, SKM, MPH). Kegiatan diadakan di gedung Graha Bhakti Praja, Lingkungan Kantor Gubernur NTB atas kerja sama DPD Persagi Prov NTB, Poltekkes Kemenkes Mataram, HMJ Gizi, Forum Tempe Indonesia dan USSEC dan didukung oleh Bank BTN, koran Lombok Post dan koran Suara NTB. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Musda DPD Persagi NTB

Dengan telah berakhirnya kepengurusan DPD Persagi NTB yang diketuai oleh TS Taufiq HS, SKM periode tahun 2012-2016 maka berdasarkan AD/ART organisasi kepengurusan tersebut harus dilakukan penggantian kepengurusan.  Bertempat di Hotel Golden Tulip Mataram pada tanggal 5 Mei 2017 mulai pukul 14.00 WITA telah dilaksanakan acara Musyawarah Daerah (Musda) DPD Persagi NTB dengan agenda pertanggungjawaban program pengurus Periode 2012-2017 serta pemilihan ketua baru Periode 2017-2022. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Puncak Peringatan HGN ke-57

undangan-1Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional tanggal 25 Januari ini  dan sebagai salah satu bentuk keikutsertaan dalam Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi, maka pada Hari Minggu 5 Februari 2017 diadakan puncak kegiatan HGN 57 berupa kegiatan senam bersama dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama antara DPD Persagi NTB, Dinas Kesehatan Prov. NTB dan Jurusan Gizi Poltekkes Mataram serta didukung oleh pihak sponsor (Fitbar dan Fresh care) tersebut bersamaan pula dengan kegiatan Hari Kanker sedunia 4 Februari 2017 yang dikemas cukup meriah dengan diawali senam jantung sehat dilanjutkan dengan berbagai macam rangkaian pelayanan kesehatan. Acara yang diselenggarakan di Lapangan Monumen Gora Jalan Udayana yang bertepatan dengan “Car Free Day” ini sekaligus bertujuan untuk ajang  silaturahmi berkumpulnya tenaga kesehatan di bidang gizi yang ada di NTB. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Peringatan HGN 57 di Taman Selagalas

senamDalam rangkaian Hari Gizi Nasional (HGN) ke 57 Hari Minggu, tanggal 22 Januari 2017 kemarin dan sebagai salah satu bentuk keikutsertaan dalam Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi telah dilaksanakan senam bersama di halaman taman Selagalas, Mataram. Acara yang dirangkaikan bersamaan dengan kegiatan para anggota kelompok Senam Jantung Sehat asuhan Ibu Budi Hastuti Yani tersebut tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai ajang  silaturahmi berkumpulnya tenaga kesehatan di bidang gizi yang ada di NTB. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »