Penyusunan RKAKL NICE Project NTB 2009

Perencanaan dari bawah atau “Bottom Up Planning” merupakan upaya yang terus dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam penyelenggaraan Program Perbaikan Gizi Masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat. Demikian disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Pertemuan Penyusunan RKAKL NICE Project Tahun 2009 dalam kata pengantar acara Penutupan acara tersebut, 24 September di Hotel Jayakarta Senggigi, NTB.

Pertemuan tersebut ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi NTB, drg Sabar Setiawan MKes, mewakili Kepala Dinas Kesehatan yang berhalangan hadir. Pada sambutan penutupan, Sabar Setiawan menyatakan terima kasih atas kedatangan Tim Narasumber dari Departemen Kesehatan, khususnya dari Direktorat Bina Gizi Masyarakat dan Sekretariat Proyek NICE (Nutrition Improvement through Community Empowerment). Ia juga menyatakan bahwa proses pertemuan berjalan dengan baik, sesuai dengan skenario yang diharapkan.

Perwakilan Sekretariat Proyek NICE sekaligus mewakili Narasumber Pusat, Ir Siti Zainab MCN, menyampaikan bahwa dengan pola “Bottom up Planning” yang berbasis Output, penganggaran akan lebih efisien dan efektif. Proyek NICE di Provinsi NTB meliputi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Kota Mataram, yang akan berjalan sampai tahun 2012. Untuk tahun 2009, alokasi anggaran mencapai Rp. 17.297.700.000,- berupa uang Pemerintah RI dan bantuan ADB dengan proporsi 30:70.

Siti Zainab juga menjelaskan bahwa Tujuan Umum proyek adalah meningkatkan status gizi anak balita serta ibu hamil, terutama keluarga miskin. Sedangkan salah satu dari lima Tujuan Khusus adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan perbaikan gizi. Jangkauan Proyek NICE ini meliputi 75 puskesmas dan 387 desa. Di seluruh Indonesia, Proyek NICE ada di enam provinsi yaitu Sumut, Sumsel, Kalbar, Sulsel, NTB, dan NTT.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Bidang yang menangani program perbaikan gizi di wilayahnya, didampingi Kepala Seksi dan Petugas Teknis penyusunan RKAKL dari kelima wilayah daerah tersebut. Hadir sekaligus mengarahkan jalanya penyusunan rencana, salah seorang pejabat Pemda Provinsi NTB, Khaerul Anwar. Pertemuan tersebut diakhiri sesuai dengan rencana yang sudah tersusun, yang akan ditindak lanjut oleh Depkes Pusat maupun pihak provinsi NTB.

Sumber : gizi.net

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Bohemian said,

    Bagus klo NTB jg trmasuk daerah program NICE. Tp jgn smpe kt jd ktagihan thd predikat sbg slh salah satu daerah trburuk. Akn lbh baik lg jk kndisi status gz masy NTB akn lbh baik lg, pola hdp brsih dan sehat bs trbentuk dan brkmbang jd kbiasaan. Amin. Slm dr kami, para alumni AKZI, kami jg sdh membntuk suatu lmbaga indpendent di Loteng, LPKM (Lembaga Pduli Ksehatan Masyarakat). Just go 4 the better life, in health n’ nutrition… We’ll ready at anytime you need…

  2. 2

    Muahri,AMG said,

    Semoga proyek ini bisa cepat diterima oleh masyarakat kita. kalau JK bilang LEBIH CEPAT LEBIH BAIK.

  3. 3

    Joko A. B said,

    dimana bisa saya dapatkan pedoman pelaksanaan NICE Project?!


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: