Menkes Luncurkan Proyek NICE

Dalam beberapa tahun terakhir ini, derajat kesehatan dan status gizi masyarakat telah semakin membaik. Hal itu ditunjukkan dengan membaiknya indikator utama kesehatan yaitu angka kematian ibu menurun dari 307 per 100.000 kelahiran hidup tahun 2002-2003 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup (SDKI 2007), prevalensi gizi kurang dan gizi buruk juga menurun, dari 25.8% tahun 2005, menjadi 18.4% tahun 2007. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 di 33 Propinsi juga menunjukkan peningkatan utilisasi dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) ketika meluncurkan proyek NICE (Nutrition Improvement through Community Empowerment), Senin, 15 Desember 2008, di Jakarta. Hadir dalam acara tersebut para Bupati/Walikota, Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Kesehatan Kab/Kota lokasi proyek.

Disamping kemajuan, kata Menkes hasil Riskesdas 2007 menunjukkan masih adanya disparitas atau perbedaan, baik antar wilayah timur dan barat (pendapatan penduduk miskin dan kaya, maupun antar perkotaan dan pedesaan). Selain itu, prevalensi balita pendek dan sangat pendek secara nasional masih tinggi yaitu 36.8%, dan ke 6 Propinsi sasaran NICE ini mempunyai prevalensi pendek dan sangat pendek di atas 30%. Balita pendek, merupakan indikator adanya kurang gizi kronis, jelas Menkes.

Menurut Menkes, kondisi tersebut mengidentifikasikan bahwa masih banyak tantangan dalam menyusun program perbaikan gizi masyarakat yang tepat sasaran, equity, adil dan berpihak pada rakyat. Sehingga diperlukan suatu terobosan untuk menuntaskan masalah gizi kurang pada balita, serta memperbaiki gizi anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui, terutama pada masyarakat miskin.

Proyek NICE dilaksanakan di 6 Propinsi terpilih dengan jangka waktu 5 tahun merupakan salah satu program pemerintah yang diarahkan untuk intensifikasi program gizi dan pengembangan model-model intervensi gizi yang efektif sesuai dengan potensi, sumberdaya dan kearifan lokal di masyarakat. Proyek ini difokuskan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat menuju Keluarga Sadar Gizi, tambah Menkes.

Menkes menambahkan, sekitar 2 juta bayi, anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui akan mendapat keuntungan langsung dari proyek ini. Komponen kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pelayanan langsung yang dinikmati masyarakat mendapat alokasi sekitar 500-600 milyar rupiah dari total nilai proyek sebesar 700 milyar rupiah.

Untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan gizi, Menkes menjelaskan melalui proyek NICE sebanyak 372 tenaga gizi Puskesmas dan kabupaten/kota akan ditingkatkan kompetensinya dari D1 Gizi menjadi D3 Gizi, dan dari D3 Gizi menjadi S1 Gizi. Sedangkan di Posyandu, sekitar 41 ribu kader akan dilatih dan dilengkapi alat dan bahan edukasi. Selain itu, 468 Puskesmas akan dilengkapi sarana dan prasarana pelayanan gizi komprehensif termasuk kendaraan roda 2 untuk penyelengaraan surveilans gizi aktif, dan 320 tenaga Puskesmas akan mendapat pelatihan teknis gizi, ujar dr. Siti Fadilah Supari.

Menkes mengharapkan agar para Bupati dan Walikota dan seluruh lintas sektor terkait di lokasi proyek untuk mendukung pelaksanaan proyek NICE sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Model intervensi berbasis masyarakat yang berhasil dikembangkan oleh masyarakat hendaknya tetap terjamin kelangsungannya dan dikembangkan ke daerah lainnya, sampai proyek berakhir.

Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat dr. Budihardja, MPH menyatakan bahwa proyek ini sangat diperlukan, mengingat penanganan kasus gizi buruk yang selama ini dilakukan secara lintas sektor baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, belum sepenuhnya berhasil sehingga kasus gizi buruk tetap saja terjadi. Padahal Departemen Kesehatan pada tahun 2007, telah menangani 39.080 kasus gizi buruk dan sampai pertengahan tahun 2008 tahun telah menangani 28.828 kasus. Kasus gizi buruk dapat terjadi dan berulang pada anak atau keluarga yang sama terutama keluarga dengan tingkat ekonomi dan pendidikan rendah.

dr. Budihardja berharap, proyek NICE dapat meningkatkan cakupan kunjungan ibu dengan balita ke Posyandu, cakupan ASI Eksklusif 6 bulan, dan Ibu hamil yang mendapat tablet besi. Sedangkan dampak yang diharapkan yaitu menurunnya prevalensi gizi kurang, prevalensi balita kurus, dan prevalensi anemia pada ibu hamil dan balita.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Setjen Depkes RI. Sumber http:// depkes.go.id

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    irna said,

    wah asyik banget neh proyek NICE, memang dengan menambahnya pengetahuan dan ktrampilan tenaga gizi bisa meningkatkan kualitas pelayanan gizi pada masyarakat. Kemudian gimana neh caranya supaya bisa dapat kesempatan untuk bisa ningkatin kompetisi pendidikan para petugas gizi, saya dari D3 gizi, mohon penjelasannya yah, makasih

    Silakan berhubungan dengan instansi terkait. Memang NICE itu proyek untuk gizi saja… Terima kasih telah berkunjung di blog ini… Admin (SW)

  2. 2

    Herastuti said,

    Alhamdulillah, wah menarik sekali program NICE dari bu Menkes. Saya sendiri adalah Tenaga Pelaksana Gizi di Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan, Kaltim. Kemarin mewakili propinsi Kaltim sebagai Nakes Teladan tahun 2008. Saya telah mengabdi sebagai PNS selama 11 tahun. Kemarin saya buat inovasi tentang SPGT (Sistem Pelayanan Gizi Terpadu) di Puskesmas tempat saya bekerja dan telah saya terapkan semenjak tahun 2002. Alhamdulillah dengan SPGT ini screening terhadap penyimpangan status gizi lebih dini diketahui dan ditangani.
    Saat ini terus terang saya ingin meningkatkan kompetensi saya dibidang gizi dengan melanjutkan ke jenjang S1 Gizi. Tapi sampai detik ini berkas yang saya ajukan melalui Dinkes dimana saya bernaung, belum ditindaklanjuti. Apakah saya bisa berkesempatan ikut program ini Bu Menkes? Bagaimana caranya?

    Maaf kami tidak memiliki infonya. Silakan menghubungi situsnya Depkes atau Menkes RI….. SW

  3. 3

    mance said,

    kapan proyeknya berjalan dan tenaga fasilitatornya sudah direkrut atau belum?

  4. 4

    yuni, S.Gz said,

    menarik-menarik.. tapi aplikasinya di NTB seperti apa ya?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: