Gubernur NTB Raih Penghargaan Bidang Kesehatan

Meski baru sekitar tiga bulan menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H.M. Zainul Majdi menerima Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala yang merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam pembangunan bidang kesehatan.

Kepala Bagian Humas Pemprov NTB Andi Hadianto di Mataram, Sabtu (20/12) mengatakan, penghargaan tersebut diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Gubernur NTB H.M. Zainul Majdi pada peringatan Hari Kesehatan Nasional di Jakarta, Jumat (19/12).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Gubernur NTB karena dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan bidang kesehatan di daerahnya yang ditunjukkan dengan program revitalisasi Pusat Kesehatan Masyarakat (Puksesmas) dan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin di luar Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

Hingga kini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB masih berada pada peringkat terendah, yakni pada urutan ke-32 dari 33 provinsi di Indonesia yang salah satu indikatornya adalah rendahnya derajat kesehatan masyarakat yang ditandai dengan tingginya angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan.

Karena itu, kata Andi, melalui berbagai program yang telah diluncurkan dan untuk bidang kesehatan diarahkan kepada pencapaian ‘Angka Kematian Ibu Nol’ (AKINO) dan memberikan jaminan kesehatan gratis kepada masyarakat miskin di luar Jamkesmas.

“Dengan penghargaan tersebut diharapkan lebih memotivasi berbagai pihak dalam menyukseskan program pembangunan bidang kesehatan, terutama pihak dinas Kesehatan, sehingga ke depan derajat kesehatan masyarakat di NTB semakin meningkat,” ujarnya.

Angka kematian bayi di NTB tahun 2006 tercatat 61,2 per 1.000 kelahiran hidup, angka ini masih tinggi dibandingkan dengan target Indonesia sehat 2010 sebesar 40 per 1.000 kelahiran hidup.

Demikian juga Angka Kematian Ibu melahirkan tahun 2007 tercatat 390 per 100.000 kelahiran, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan target nasional Indonesia Sehat 2010 diharapkan tidak melampaui 150 per 100.000 kelahiran.

Untuk angka harapan hidup di NTB mengakani peningkatan dari 60,5 tahun pada tahun 2006 menjadi 60,9 tahun pada tahun 2007. Karena itu dengan berbagai program bidang kesehatan yang telah diluncurkan diharapkan derajat kesehatan masyarakat akan semakin meningkat dan akhirnya berdampak terhadap semakin membaiknya IPM NTB.

Sumber : Media Indonesia Online — Humaniora – Kesehatan – 20 Desember 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: