Saya Butuh Vitamin Apa?

Tubuh setiap hari, tanpa kecuali, membutuhkan sekitar 45 jenis zat gizi. Dan itu baru mungkin tercukupi bila pilihan menu dan pola makan terdiri atas berbagai jenis menu.

Kebiasaan hanya menyantap satu menu setiap hari membuat kita terancam “kekurangan gizi”. Orang Amerika contohnya. Kelihatannya besar dan gemuk, namun sebagian besar kekurangan sejumlah zat gizi kalau darahnya diperiksa.

Banyak orang Amerika kekurangan vitamin A, C, dan kalsium akibat menu hariannya tergolong junkfood dan fastfood.

Tak ubahnya seperti mesin mobil, mesin tubuh kita perlu kelengkapan zat gizi supaya bisa berputar sempurna. Jangan sampai kekurangan sejumlah zat gizi dalam menu harian, satu zat gizi kurang saja sudah bermasalah.

Untuk bisa melengkapi kebutuhan 45 zat gizi, menu harian harus terdiri atas 4-5 macam jenis menu setiap kali santap. Namun, melihat sumber bahan baku makanan sekarang serba kehilangan zat gizi akibat polusi, cara tanam, dan kondisi tanah, belum tentu kecukupan itu terpenuhi.

Jadi kalau ditanya apakah orang sekarang memerlukan ekstra vitamin, melihat kenyataan di atas, agaknya memang betul. Vitamin apa saja, tentu yang lengkap memenuhi kebutuhan tubuh setiap harinya atau multivitamin-mineral.

Ada banyak merek multivitamin-mineral. Pilih yang lengkap kandungannya. Prinsipnya biar sedikit lebih asal tidak sampai kekurangan. Kelebihan vitamin akan dibuang lewat urine dan tinja. Kalau sampai kekurangan, fungsi tubuh yang akan memikulnya.

Selain multivitamin-mineral, orang sekarang butuh antioksidan melihat polusi datang dari mana-mana. Tubuh memang memproduksi antioksidan. Namun, melihat besarnya ancaman radikal bebas dari lingkungan maupun apa yang dikonsumsi, antioksidan hanya dari tubuh sudah tak mencukupi lagi.

Vitamin yang berfungsi sebagai antioksidan, yakni vitamin C, vitamin E, dan betakaroten dibutuhkan pula sebagai fondasi tubuh melawan ancaman membanjirnya radikal bebas yang orang sekarang tak mungkin mampu mengelak.

Selebihnya tergantung “kelemahan” masing-masing tubuh. Bila ada hipertensi perlu lebih banyak kalium dari buah untuk membantu menjinakkannya. Kalau ada diabetes dibutuhkan lebih banyak trace element chromium.

Bila ada bakat prostat membesar mungkin butuh lebih banyak mineral zinc, selenium untuk jantung, krolofil buat yang kurang sumber sayur dan bebuahan segar, serta enzim bagi yang menunya kehilangan sumber enzim, khususnya bagi yang sudah uzur.

Narasumber: Dr.Handrawan Nadesul at http://kesehatan.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: