Menu Puasa Tidak Harus Mahal Loh…

Hampir seminggu kita menjalani puasa dalam bulan Ramadhan ini. Tren maraknya makanan berbuka terus berjalan seiring tingginya permintaan dari masyarakat. Yang biasanya tidak makan kurma dan kolak, sekarang membelinya. “Ini memang agak repot untuk masyarakat golongan menengah ke bawah,” kata Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, Ahli Kesehatan Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Jumat (28/8).

 Ali mengakui anggaran belanja dalam bulan Ramadhan semakin tinggi. Hal tersebut dipengaruhi dua faktor: anggota keluarga ingin makanan yang istimewa saat berbuka puasa dan harga bahan makanan yang naik. Padahal, menurut Ali, makanan berbuka tidak harus istimewa. Menunya bisa saja seperti menu di luar bulan puasa. “Namun ini sulit karena setelah berpuasa sekian jam pengennya makanan bukanya istimewa,” ucapnya.

 Untuk itu, ia mengharapkan supaya setiap keluarga melihat pendapatannya dan disesuaikan dengan pengeluarannya. Jangan sampai di akhir Ramadhan malah terbebani oleh utang. “Ini kan akan merepotkan dan tidak membuat nyaman sendiri untuk keluarga,” tutur Ali. Adapun soal menu, Ia tidak keberatan jika harus berbuka dengan tempe dan sayur bayam. “Tidak apa-apa. Namun, idealnya, untuk memenuhi kebutuhan pokok tubuh mesti ada panganan hewani dan nabati. Panganan hewani seperti telur, ikan dan daging,” demikian Ali Khomsan

http://kesehatan.kompas.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: