Wanita Pekerja Rentan Kurang Gizi

Sebagian besar pekerja, terutama wanita, memiliki masalah kurang gizi. Mengapa demikian? Selain disebabkan oleh stres, baik lingkungan maupun beban kerja, wanita juga mengalami menstruasi secara berkala dan cenderung melakukan diet. Faktor lainnya adalah kurang memerhatikan asupan nutrisi karena alasan sibuk.

Padahal, asupan gigi yang kurang ditambah tingkat stres yang tinggi dan polusi bisa menurunkan sistem imunitas tubuh. Akibatnya, kita jadi mudah terkena penyakit karena virus yang menyerang kurang mendapat perlawanan dari tentara imun.

Makanan, terutama sayur dan buah, merupakan sumber antioksidan yang berfungsi menetralkan radikal bebas. Stres dan polusi juga termasuk dalam radikal bebas. Sementara itu, vitamin dan mineral berfungsi membantu kerja berbagai jenis enzim, yang berfungsi sebagai antioksidan.

Kebutuhan zat gizi yang tidak dapat dipenuhi dari makanan, sebenarnya bisa dicukupi dari konsumsi suplemen multivitamin. Penelitian yang dilakukan Dr Fitrah Ernawati, MSc, peneliti Puslitbang Gizi dan Makanan dari IPB, Bogor, dan timnya, menunjukkan, pekerja wanita yang mendapat suplemen multivitamin dan mineral memiliki kadar vitamin E dan kadar superoxide dismutase cukup tinggi.

Vitamin E adalah antioksidan yang dapat memutus rantai radikal bebas melalui beberapa proses. Sedangkan superoxide dismutase (SOD) adalah enzim yang berfungsi untuk memperbaiki sel dan mengurangi kerusakan sel yang ditimbulkan oleh superoksida; radikal bebas yang terdapat dalam tubuh.

“SOD berfungsi ganda sebagai antioksidan dalam tubuh dan menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan keriput dan perubahan sel pada tubuh,” kata Dr Rimbawan, Ketua peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, dalam siaran persnya.

Penelitian dilakukan terhadap 150 karyawati yang bekerja di pabrik garmen di kawasan Bogor. Mereka dianggap rentan kekurangan gizi mikro dan terpapar stres oksidatif di tempat kerja. Penelitian dilakukan selama 70 hari dengan membagi sampel ke dalam dua kelompok besar, yaitu mereka yang diberi suplemen multivitamin dan plasebo.

Hasilnya, redoxon fortimun, suplemen multivitamin dan mineral, terbukti meningkatkan 47 persen kadar SOD yang menetralisasi radikal bebas dalam tubuh.

Hasil penelitian tersebut menjadi materi diskusi dalam simposium ”Allergy and Clinical Immunology Update in Daily Practice” yang diselenggarakan oleh Jakarta Allergy and Clinical Immunology Network (JACIN) di Bogor pada tanggal 26-27 Juni 2010.

http://kesehatan.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: