Gizi Jadi Kunci Pencapaian MDG’s

Pemenuhan gizi terutama pada ibu dan anak berpotensi mempercepat pencapaian target sasaran pembangungan milenium (MDG’s). Hal ini karena upaya penurunan angka kekurangan gizi bisa berkontribusi pada pencapaian target MDG’s, khususnya target nomor 1, 4, 5 dan 6.

Hal tersebut disampaikan Diah S.Saminarsih, asisten utusan khusus Presiden RI untuk Percepatan MDG’s Dalam Negeri dan Sinergi Komunitas dalam acara media talkhow bertema Nutrisi dan Kesehatan Ibu Hamil yang diadakan Sari Husada di Jakarta (17/1/2012).

Ada delapan sasaran MDG’s yang harus dicapai oleh 189 negara yang menandatangani target MDG’s termasuk Indonesia. “Pada dasarnya, target yang harus dicapai adalah memutus kemiskinan dan kelaparan ekstrem. Yang utama dari kedelapan target itu adalah kesehatan dan lingkungan hidup,” paparnya.

Salah satu sasaran adalah peningkatan kesehatan ibu. Pencapaian sasaran ini antara lain ditandai dengan keberhasilan menurunkan angka kematian ibu (AKI) melahirkan sampai 75 persen dari angka tahun 1990.

“Indonesia memiliki target untuk menurunkan AKI 102 perseratus ribu kelahiran hidup. Saat ini angkanya masih 228 per seratus ribu kelahiran hidup. Untuk tingkat Asia Tenggara, kita termasuk terburuk,” imbuh Diah.

Terkait nutrisi, Diah menjelaskan penyebab utama perdarahan saat persalinan adalah anemia atau kekurangan zat besi pada ibu hamil. “Pemenuhan zat besi seharusnya jangan hanya pada ibu hamil, tapi juga sejak masa anak-anak sampai dengan remaja dan usia reproduksi,” katanya.

Faktor lain yang menyumbang kematian saat persalinan adalah usia pernikahan yang terlalu dini serta jarak kelahiran yang terlalu rapat. “Jika masihnya di usia terlalu muda maka usia suburnya jadi panjang sehingga kemungkinan untuk punya anak banyak juga tinggi,” cetusnya.

Persiapkan kehamilan

Sementara itu dr. Damar Prasmusinto, Sp.OG, menjelaskan pada masalah gizi kebanyakan ibu hamil tidak menyadari dirinya memiliki masalah dengan kebutuhan nutrisinya.

“Seseorang yang terlihat sehat-sehat saja kalau diperiksa darahnya baru akan ketahuan ada tidaknya kekurangan zat gizi tertentu,” kata dr.Damar.

Ia menambahkan, kehamilan seharusnya dipersiapkan dengan baik. “Mengapa perlu dipersiapkan? Itu karena kehamilan memberi risiko, baik pada saat kehamilannya itu sendiri, serta bagi ibu dan bayi dalam jangka panjang,” kata ahli fetomaternal dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.

Persiapan kehamilan bisa dimulai dari pemenuhan gizi yang baik. “Prinsipnya adalah makan secara seimbang dan bervariasi. Sebaiknya sumber gizi didapatkan dari berbagai sumber agar lengkap. Beberapa zat gizi mikro telah terbukti bisa mencegah komplikasi kehamilan,” katanya.

Pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan juga dianjurkan. “Bila sebelum hamil diketahui ada gangguan kesehatan atau kekurangan gizi masih bisa diperbaiki sehingga kelak kehamilannya sehat dan risiko cacat bawaan bisa dicegah,” pungkasnya.

http://health.kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: