Seminar Sehari

Dalam rangka Hari Gizi Nasional ke 54 telah diselenggarakan kegiatan Seminar Sehari dengan tema “Gizi Baik, Kunci Keberhasilan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)”.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 25 Januari 2014 dan bertepatan dengan Hari Gizi Nasional tersebut menghadirkan beberapa pembicara di antaranya dari Dinas Kesehatan Prov. NTB, dari BPJS Kesehatan perwakilan Prov. NTB, dan Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Mataram. Kegiatan diadakan di gedung Sangkareang, Lingkungan Kantor Gubernur NTB atas kerja sama DPD Persagi Prov NTB dan Instalasi Gizi RSUD Prov. NTB serta didukung oleh salah satu produsen susu terkemuka (PT. Mirota KSM).

KhairulTampak hadir dalam kegiatan seminar di antaranya Ketua DPD Persagi Prov. NTB, sesepuh Gizi di Prov. NTB (Ibu Ir. Triana Estisari), Kabid Binkesmas, Ketua Jurusan Gizi, Kepala Seksi Gizi Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan beberapa anggota DPD Persagi Prov. NTB maupun DPC Persagi Kota/Kabupaten di NTB. Setelah acara dibuka oleh MC (Siti Utami Sulasty, S.Gz Dietesien), sambutan pertama disampaikan Kabid Binkesmas (Khairul Anwar, SKM, M.Kes) yang mewakili Ka Dikes Prov. NTB dan sekaligus berkenan untuk membuka acara seminar. Dengan rasa bangga mantan Ketua DPD Persagi NTB dua periode berturut-turut ini menyambut gembira diadakannya seminar. Kegiatan ilmiah yang diprakarsai anggota Persagi NTB dan ahli Gizi RSUD Prov NTB ini diharapkan menjadi sebuah ajang untuk terus meng-update informasi khususnya tentang ilmu gizi. Di samping itu tuntutan bagi tenaga gizi saat ini adalah harus mengumpulkan kredit point untuk penilaian kepangkatan bagi yang menyandang jabatan fungsional nutrisonis ahli maupun nutrisionis terampil di lingkungan program (Dikes dan Puskesmas) maupun RS.

taufiqSambutan ke dua berupa laporan dari Ketua DPD Persagi NTB (Taufiq Hari Suryanto, SKM).  Disampaikan oleh Ka Sie Gizi Dikes Prov. NTB ini ucapan selamat hari gizi bagi seluruh tenaga gizi yang hadir mengikuti seminar. Menurut Mas Opiq (demikian biasa disapa) di NTB saat ini belum ada RD yang terregistrasi dan membuka praktek konsultasi gizi secara mandiri. DPP Persagi tingkat pusat melalui DPD Persagi NTB diberikan kewenangan untuk mengatur regulasi tentang hal tersebut. Ditambahkannya pula bahwa telah difasilitasi oleh DPD Persagi NTB bagi tenaga gizi yang ingin melengkapi berkas-berkas persyaratan usulan dengan menghubungi meja panitia yang tersedia di tempat dilangsungkannya kegiatan seminar. Selanjutnya masih menurut lulusan Akademi Gizi Denpasar dan FKM Universitas Indonesia ini, di dalam rangka ikut peduli terhadap korban banjir bandang di Sambelia maka pada kesempatan ini dibuka dompet kepedulian dengan disediakannya kotak sumbangan “Peduli Sambelia”. Hasil uang yang terkumpul akan segera diberikan kepada para korban banjir bandang pada Hari Senin, 27 Januari 2014. Sekaligus pada hari tersebut rencananya beberapa anggota DPD Persagi Provinsi NTB maupun DPC Persagi Lombok Timur akan ikut ambil bagian sebagai bentuk sumbangsih organisasi yang telah berdiri 54 tahun yang lalu itu.

Khairul penyajiSetelah sesi break selama kurang lebih lima menit acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh beberapa narasumber yang telah ditunjuk. Penyajian secara panel tersebut dimoderatori oleh Ibu Mustika Hidayati, SKM, M.Kes yang sehari-hari dipercaya sebagai Sekretaris DPD Persagi NTB. Penyajian pemateri pertama oleh Ka Bid Binkesmas dengan topik “Issue terkini Profesi Tenaga Kesehatan”. Disampaikannya berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam sub sistem SDM Kesehatan antara lain Perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan (Nakes), pengadaan dan produksi Nakes, pendayagunaan Nakes serta pembinaan dan pengawasan Nakes. Berdasarkan data yang ada bahwa pada tahun 2013 ketersediaan tenaga gizi se Indoensia adalah sebanyak 9.229 dengan asumsi kebutuhan sebanyak 12.627, sehingga masih tampak adanya kekurangan tenaga gizi.

yuniPemateri ke 2 adalah Ibu Sri Wahyuni dari BPJS Kesehatan NTB (dulu bernama PT. Askes). Menurut Kabag Pemasaran BPJS Kesehatan Prov NTB ini PT Askes yang semula hanya melayani, PNS, Pensiunan, TNI dan Polri serta veteran maka per 1 Januari 2014 ini telah berubah/ bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan. Kelembagaan yang semula di bawah Menteri BUMN dan berbadan hukum Persero setelah berubah menjadi BPJS Kesehatan maka status kelembagaannya menjadi badan hukum publik dan langsung berada di bawah presiden yang harus melayani seluruh penduduk Indonesia. Cakupan semesta untuk BPJS adalah hingga tahun 2019. Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) tambah perempuan yang masih tampak awet muda tersebut memiliki 3 azas yaitu Kemanusiaan, Manfaat dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu SJSN juga memiliki 5 program yaitu Jaminan Kesehatan, Jaminan kecelakaan kerja, Jaminan hari tua, Jaminan pensiun dan jaminan kematian serta memiliki 9 prinsip. Sembilan prinsip dimaksud adalah kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan wajib, dana amanat dan hasil pengelolaan dana dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

iriantoPemateri ke tiga adalah Irianto, SKM, M.Kes  yang menyampaikan tentang “Gizi baik Menuju Suksesnya 1.000 HPK dan JKN sebagai landasan NTB Gold Generation (NGG)”.  Menurut pembicara yang sehari-hari  sebagai Ketua Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Mataram ini masalah yang tak pernah habis-habisnya dibahas adalah Masalah Gizi Mikro (Gaky, KVA, Anemia dan masalah gizi mikro lainnya seperti Zn dan Selenium) dan Masalah Gizi Makro (KEP, KEK BBLR dan Gizi lebih). Berdasarkan  masalah yang ditemukan pada hasil Riskesdas 2013 seperti BBLR, Proporsi bayi pendek (<48 cm), Bayi dengan BB< 2.500 gr dan PB < 48 cm Lombok Utara menduduki prevalensi tertinggi. Namun data sebelumnya (Riskesdas 2007) belum ada sehingga tidak dapat dilihat kecenderungan (trend)-nya.

IniPada sesi tanya jawab beberapa masalah mengemuka terutama terkait dengan BPJS Kesehatan. Pertanyaan pertama berasal dari Ini Karyadi Makbul (Dinas Kesehatan Kab. Lobar)dan langsung dijawab oleh Ibu Yuni (sapaan akrabnya). Diantaranya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maka yang bersangkutan harus datang pada pada tempat pelayanan di mana dia terdaftar. Dengan kata lain bahwa untuk layanan primer harus sesuai dengan yang tertera pada kartu baik nama maupun  tempat layanan. Kartu peserta dapat dipergunakan di manapun di Indonesia asal mengikuti prosedur yang berlaku. Secara umum peraturan dan prosedur sampai dengan saat ini masih sama sebagaimana saat masih bernama Askes.  Masih menjawab pertanyaan Sdr. Ini yang memang jumlahnya banyak menurut pejabat dari BPJS tersebut apabila seseorang pindah domisili maka kartu harus dikirim dan melapor ke BPJS daerah tujuan peserta untuk diganti kartunya. Jawaban untuk pertanyaan terakhir dari lulusan Akademi Gizi angk. ke II ini adalah bahwa klaim perorangan tidak ada lagi, karena yang berhak melakukan klaim adalah pihak pemberi layanan (RS) ke BPJS dan pihak BPJS tinggal membayarkan sejumlah yang diminta dengan sistem Kapitasi. Sistem kapitasi berlaku dengan memberikan sejumlah uang pada pemberi layanan baik ada yang datang berobat maupun tidak.

anaSelanjutnya pertanyaan diajukan oleh Ibu Ir. Triana Estisari. Sesepuh gizi di Prov NTB ini menanyakan apakah ada perbedaan layanan antara BPJS dengan Askes. Jawaban yang diberikan oleh Ka Bag pemasaran BPJS NTB adalah bahwa layanan yang diberikan berdasarkan paket paket yang telah dibuat oleh RS dan Kemenkes RI sehingga BPJS tinggal melaksanakan saja.

Pada sesi terakhir para peserta diberikan konsumsi berupa nasi kotak kemudian pada sesi selanjutnya berupa pemaparan produk oleh pendukung acara (sponsor) yaitu dari PT Mirota dan pembagian dor prize bagi yang beruntung. Setelah berakhirnya acara para peserta diberikan sertifikat kepesertaan seminar yang telah mendapat akreditasi 2 SKP dari DPP Persagi. Selain meng-update ilmu ternyata kesempatan seminar dimanfaatkan pula oleh sebagian peserta lulusan gizi untuk ajang kangen-kangenan sesama teman sejawat gizi dan reuni bagi yang sudah lama tidak bertemu. Mudah-mudahan acara serupa selalu terus digiatkan oleh Pengurus DPD Persagi NTB dan para ahli gizi pada umumnya…

1 Response so far »

  1. 1

    ibubintangku said,

    selamat Hari Gizi..semoga PERSAGI tetap eksis dan jaya..


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: