Pengabmas di Sekotong

bisMengakhiri rangkaian kegiatan HGN ke 56 DPD Persagi Prov NTB bekerja sama dengan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram, maka pada Hari Jumat 11 Februari 2016 kemarin beberapa anggota Persagi telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Pengabmas) berupa bhakti sosial kepada masyarakat. Kegiatan bhakti sosial kali ini dipusatkan di Dusun Tawun, Desa Sekotong Barat Lombok Barat dengan sasaran Ibu hamil, ibu menyusui, ibu Baduta (Bayi di bawah 2 tahun) dan siswa-siswi sekolah dasar. Kegiatan ini juga mengikutsertakan anggota DPC Persagi Kab Lombak Barat dan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mataram.

wineSebelum menuju lokasi pengabmas, rombongan berangkat dari Mataram dengan diawali doa terlebih dahulu. Rombongan berangkat pukul 08.00 WITA (sedikit molor dari jadwal yang telah direncanakan sebelumnya ) dengan menggunakan beberapa buah mobil di antaranya 2 buah masing-masing dari Dikes Provinsi NTB dan Jurusan Gizi, 1 mobil bus kampus dari Poltekkes Kemenkes Mataram, 2 unit bus Kota Mataram dan 2 buah minibus milik DPRD Kota Mataram. Tampak ikut serta dalam rombongan dari Dikes Provinsi NTB antara lain Taufik Hari Suryanto, SKM (Ketua DPD Persagi Prov NTB) dan staf Sie Gizi Dikes Prov NTB. Untuk rombongan dari Jurusan Gizi antara lain I Ketut Swirya Jaya, SKM, M.Erg (Ketua Jurusan Gizi), seluruh dosen dan beberapa staf administrasi serta para mahasiswa baik D III maupun D IV Gizi. Sementara anggota Persagi Prov NTB yang lain adalah Siti Utami Sulasty, S.Gz dan Suhardi, AMG (Instalasi Gizi RSU Prov NTB) dan Ibu Mustika Hidayati, SKM, M. Kes dari Bapelkes Mataram.

persagi lobar 1Sementara beberapa rombongan yang berasal dari DPC Persagi Lombok Barat telah menunggu di lokasi yaitu Kantor Desa Sekotong Barat antara lain Ka. DPC Persagi Lobar (Wine Frida DP, SST), beberapa anggota Persagi dari Dinas Kesehatan Lobar dan turut hadir pula semua anggota Persagi yang bertugas di Puskesmas wilayah Kabupaten Lombok Barat.

salamPerjalanan menuju lokasi menempuh sekitar 1 jam perjalanan. Sampai di lokasi yaitu kantor Desa Sekotong Barat (tempat penyuluhan gizi dan konseling) dan di SDN I Sekotong Barat rombongan langsung disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah dan para guru sekolah yang memang telah cukup lama menunggu rombongan. Selanjutnya sebagaimana jadwal yang telah disusun mahasiswa dan dosen membagi diri menjadi empat kelompok yaitu Kelompok Penyuluhan anak SD, Konseling gizi ibu hamil, koseling ibu menyusui dan konseling bagi ibu yang memiliki baduta.

Ahli gizi yang bertugas sebagai konselor bagi ibu hamil adalah AASP Chandradewi, SKM, M.Kes, Yuli Laraeni, SKM, MPH dan Reni Sofiyatin, SST, M.Kes. Selanjutnya petugas yang ditunjuk untuk melakukan konseling bagi ibu menyusui adalah Ni Ketut Sri Sulendri, SST, MPH dan Suhaema, S.Si.T, MPH. Untuk konseling bagi ibu baduta ditunjuk sebagai konselor adalah I Ketut Swirya Jaya, SKM, M.Erg, AladhianaCN, AGK, SP, M.Kes dan Fifi Luthfiyah, SST, M.Kes. Materi konseling bagi sasaran ibu-ibu yaitu sesuai tema HGN 56 adalah “Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama kehidupan“.

wine campuran 1Pada hari-hari pertama kehidupan telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Sejak saat konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur), perkembangan janin di dalam kandungan, hingga ulang tahun yang kedua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang. Memaksa anak dan balita untuk mengonsumsi makanan sehat menjadi kurang bermakna dibanding apa yang ibu makan saat hamil. Makanan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.

Pertumbuhan anak pada periode emas berlangsung begitu cepat, yaitu selama tahun pertama dan kedua usia anak. Namun, dalam kasus-kasus kekurangan gizi, justru fakta menunjukkan bahwa penurunan status gizi terjadi pada periode ini. Oleh karena itu asupan makanan selama kehamilan sangatlah perlu untuk diperhatikan. Kementerian Kesehatan RI juga menyerukan hal yang sama, selain untuk mendapatkan generasi penerus yang lebih berkualitas, juga untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan meningkatkan kulitas kesehatan ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan akan didapatkan generasi penerus yang lebih produktif sehingga dapat memajukan kualitas generasi muda selanjutnya.

Sasaran begitu antusias dan serius mendengarkan penyampaian materi yang diberikan dalam bentuk konseling dari para dosen Jurusan Gizi tersebut. Beberapa sasaran menanyakan hal-hal yang terkait materi dan masalah-masalah yang sering dihadapi balita misalnya balita susah makan, banyak makan namun BB-nya susah sekali untuk naik dan sebagainya.

Selain secara pribadi ibu–ibu mendapatkan layanan gizi kesehatan secara gratis sasaran juga dapat mengetahui status gizinya melalui pengukuran anthropometri (BB, TB dan LILA). Tidak hanya sekedar itu bahkan pada akhir kegiatan konseling sasaran diberikan bahan kontak berupa gula, minyak dan 2 kantong garam beryodium.

mustikaSementara untuk kegiatan di SD penyuluhan diberikan pada seluruh siswa di SDN I Sekotong Barat. Penyuluh yang ditunjuk untuk kelas 1 adalah Bapak Abdul Salam, SKM, M.Kes, untuk kelas 2 Ibu Mustika H, SKM, M.Kes, dkk untuk kelas 3 dan 4 L. Khairul Abdi SKM, Mkes dan I Nyoman Adiyasa, SKM, MPH.

antoSelanjutnya untuk kelas 5 dan 6 penyuluhan dilakukan oleh Irianto, SKM, M.Kes dan Susilo Wirawan, SKM, MPH. Penyampaian materi melalui media video gizi seimbang dan PHBS sehingga tampak menarik bagi anak SD. Tak lupa di akhir pemaparan diberikan door prize bagi siswa-siswi yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh. Senyum mengembang ditunjukkan oleh mereka yang beruntung mendapatkannya. Saling berebut jawabanpun tak terhindarkan demi mendapatkan door prize yang telah disiapkan oleh panitia berupa alat-alat tulis. Walaupun tampak sederhana karena hanya berupa alat-alat tulis namun begitu berarti bagi mereka.

ka sekolahSelain itu pada saat akhir sesi dibagikan pula bahan kontak berupa alat kebersihan diri berupa sikat gigi, pasta gigi dan sabun mandi kepada seluruh siswa siswi. Sebagai ucapan terima kasih secara resmi diberikan pula 2 buah tanda kasih berupa wadah tempat cuci tangan bagi siswa-siswi SD dan sebuah jam dinding yang diserahkan oleh Ka Prodi D 3 mewakili Jurusan Gizi kepada Kepala SDN 1 Sekotong Barat, dengan harapan agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

mhs tawun 4Sebelum pulang rombongan yang berada di lokasi (khusus laki-laki) melakukan shalat berjamaah di masjid setempat dan dilanjutkan dengan acara santai dan rileks di pinggir pantai dengan pemandangan yang begitu mempesona. Di pantai Dusun Batukijuk tersebut tampak di kejauhan sebuah pulau kecil yang langsung menjadi obyek selfi-selfi bagi para anggota Persagi dan mahasiswa. Sambil menikmati semilir angin laut rombongan melepaskan penat sambil makan siang yang telah disediakan oleh Ibu Wine, dkk.

chandra karungSetelah cukup puas mengisi perut dengan makanan dan berbagai kue yang disediakan para anggota Persagi Lombok Barat acara tambahanpun dimulai berupa lomba-lomba yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Lomba pertama berupa adu ketangkasan balap karung baik bagi dosen, alumni maupun para mahasiswa.

susilo botolSedangkan lomba yang kedua berupa adu cepat memasukkan paku dalam botol kosong. Gelak tawa dan canda ria mewarnai lomba di pantai wilayah Puskesmas Pelangan tersebut. Tak ketinggalan di sela-sela lomba diputarkan musik dan peserta lomba wajib menghentikan lombanya dan menggantinya dengan cara berjoget mengiringi dendang lagu dangdut yang diputar.

ManafSesaat sebelum pulang sang Ketua Persagi NTB menyampaikan sambutan singkat bagi seluruh anggota. Inti sambutannya adalah pemberian penghargaan setinggi-tingginya bagi seseorang yang begitu banyak jasanya dan mengabdikan begitu banyak waktunya bagi kemajuan gizi khusunya di Lombok Barat. “Seseorang beruntung dimaksud adalah P Manaf” demikian ungkap P Opik (Demikian beliau biasa disapa). “ Walaupun bukan berlatar belakang pendidikan gizi namun dedikasinya begitu luar biasa bagi kemajuan gizi bahkan melebihi anggota Persagi itu sendiri “ tambahnya. Sebagai tanda terima kasih kepada pria yang asli dari Sekotong ini diberikan sejumlah uang untuk membantu ekonomi keluarganya.

dosen tawunIndahnya pantai terasa benar seolah telah menghapus penatnya badan saat di perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan serta capeknya fikiran oleh rutinitas sehari-hari baik bagi dosen maupun mahasiswa. Kebersamaan yang sulit untuk dilupakan bersama anggota Persagi. Selalu maju ahli gizi NTB. Terima kasih bersama kalian selalu hebat… SW

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: